Senin, 30 November 2020 | 11:54 WIB

Dr. Endang ; “Cara Sehat Saat Pandemi Covid 19”

foto

 

Dr. Endang ; “Cara Sehat Saat Pandemi Covid 19”.

Banyumas-www.transaktual.com

Di tengah angka kasus Covid-19 yang terus meningkat dan kekhawatiran orang tua siswa atas penyebaran penyakit penyakit virus corona 2019 secara global, untuk itu diperlukan Social Distancing yakni menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak anrar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Pembatasan interaksi fisik yakni dengan cara guru dan siswa bekerja dari rumah, sejauh ini dipandang sebagai metode paling efektif demi mencegah penyebaran wabah Covid-19. Di tengah pandemi, sebagian besar sekolah melaksanakan sistem bekerja dari rumah (Work From Home / WFH) yakni meniadakan belajar tatap muka langsung, diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan mengandalkan jaringan internet.

Walaupun tak sedikit sekolah yang tak mampu menerapkan PJJ dengan baik akibat kurangnya akses internet dan juga adanya kesenjangan yakni ada siswa yang lancar menjalani PJJ, sementara siswa lain kesulitan menjalankannya, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat pemaparan Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed Dr. Endang Triyanto, S.Kep.Ns.M.Kep. (Dr.Endang).

Pembelajaran secara daring (online) selama pandemi Covid-19 ini menurut Dr.Endang ternyata memengaruhi kesehatan siswa (pelajar). Aktivitas pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah, kini mereka diharuskan belajar dari rumah. Kondisi ini, bagi siswa dan para orangtua menjadi stressor terutama masalah psikologis. Beberapa riset sederhana dijelaskan bahwa siswa yang belajar dari rumah merasa stress dengan beban tugas yang diberikan. Stress ini menimbulkan persoalan kesehatan lain, di antaranya pola makan dan pola tidur.

Pola makan menjadi tidak teratur yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit gastritis atau penyakit lambung. Gastritis ditandai dengan produksi asam lambung yang meningkat disebabkan oleh telat makan dan stress. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah disiplin jam makan dan pemilihan makanan yang sehat dengan nutrisi seimbang, ucap Dr. Endang.

Selanjutnya Dr. Endang memaparkan bahwa disisi lain, pembelajaran secara daring ternyata menimbulkan siswa malas berolah raga. Hal ini timbul berkenaan dengan terbatasnya aktivitas yang hanya boleh dilakukan di rumah. Kurangnya olah raga ditambah jenis makanan instan yang kurang serat dapat menyebabkan penyakit pencernaan yang berupa konstipasi atau susahnya buang air besar, papar Dr. Endang.

Dr. Endang berharap, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, sebaiknya tetap berolah raga yang dapat dilakukan di rumah, misalnya badminton maupun senam aerobic.

Dr. Endang menambahkan, apabila ditelaah lebih detail, lamanya aktivitas di depan HP maupun laptop untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran secara daring dapat mengakibatkan persoalan kesehatan mata. Mata yang terpapar oleh radiasi dari media elektronik dapat menjadi iritasi. Tanda iritasi pada mata di antaranya adalah mata menjadi kemerahan. Oleh karena itu, pencegahan yang dapat dilakukan adalah perlu mengurangi pencahayaan HP/laptop dan menggunakan kaca mata anti radiasi.

Kesimpulannya meskipun pembelajaran secara daring, namun menjaga kesehatan harus tetap dilakukan.

Cara Sehat Saat Pandemi.

Untuk melengkapi kesimpulan dari Dr. Endang tersebut, dalam kesempatan terpisah, diwawancarai Hj.Mumtaz Sardewi,ST. (Mumtaz) yakni salah satu orang tua yang selama pandemi, selain Mumtaz bekerja dari rumah, juga jadi pendamping dan guru bagi anaknya serta Mumtaz juga sudah berusaha menjaga kesehatan anaknya Amira Afifah Ramadhanti Santosa (Amira) selama PJJ awal yakni Maret 2020 saat itu Amira masih kelas 3 SD dan PJJ tahun ajaran baru yaitu mulai Juli 2020 ketika Amira sudah naik kelas 4 SD.

Kehilangan pasangan hidup, menjadi sangat berat bagi semua orang. Seiring berjalannya waktu Mumtaz menjalani hari dengan putrinya Amira setelah suaminya meninggal 6 tahun yang lalu, saat itu usia Amira 3 tahun 4 bulan.

Orang-orang yang biasa bekerja dan berkegiatan di luar kini sebisa mungkin kini beraktivitas di rumah, demikian pula Mumtaz harus mendampingi anaknya sekolah secara daring, sementara Mumtaz berusaha semua mata pelajaran anaknya siswa kelas 4 SD bisa dipahami. Belum lagi ada persoalan teknis jaringan dan segala yang melingkupinya.

Masalah umum siswa yang dialami selama pandemi, di antaranya masalah suasana hati, untuk itu pandemi telah sungguh melatih kesabaran Mumtaz dalam memahami maksud buah hatinya. Karena pandemi, Mumtaz harus lebih sering mendampingi Amira. Namun suasana pandemi di rumah bukan berarti tidak dapat menikmati suasana seru bersama orang-orang terdekat, seperti olah raga bersama keluarga.

Selama pandemi, Mumtaz menyadari anaknya mengalami kebosanan yang luar biasa, sehingga perlu pendampingan Mumtaz sebagai orang tua.

Keluarga dengan anak-anak yang masih dibangku sekolah mengalami tantangan sendiri selama pandemi. Mumtaz berharap ada perkembangan pada Amira selama pandemi.

Untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam menjaga kesehatan anaknya ada berbagai cara, salah satu cara dukungan Mumtaz agar anaknya Amira tetap sehat saat pandemi yaitu olah raga secara mandiri dan olah raga PJOK.

  1. Olah Raga Mandiri

Mumtaz sudah mengagendakan Amira untuk olah raga secara mandiri, di antaranya jalan-jalan pagi (jogging) selama 30 menit (07.30 - 08.00) minimum dua hari dalam seminggu. Setelah jogging dilanjutkan dengan Amira berjemur selama 15 menit (08.00 - 08.15). Jogging itu penting untuk melatih motorik Amira. Pelatihan motorik itu untuk meningkatkan kemampuan menggerakkan anggota tubuh yang melibatkan otot tulang dan saraf. Gunanya pelatihan motorik yakni untuk stimulasi pada anak merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak.

     2.Olah Raga PJOK

Masa pandemi seperti sekarang tentu saja sangat membatasi siapa pun siswa untuk olah raga di lingkungan sekolah. Sebagai pengganti olah raga di sekolah, sehari-harinya olah raga yang dikerjakan Amira di rumah yaitu olah raga atas dasar instruksi guru dari sekolah Amira pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Sebelum olah raga macam apapun, Amira bersama siswa lainnya diinstruksikan untuk pemanasan yaitu peregangan (stretching) terlebih dahulu.

  1. Selama PJJ, guru PJOK di sekolah Amira lewat internet mengirimkan bermacam-macam materi olah raganya untuk tugas dari sekolah, baik dalam bentuk video maupun instruksi-instruksi olah raga bersama langsung (live) secara "serentak" yang harus diikuti oleh Amira dan seluruh siswa teman-teman Amira yang dipantau oleh guru Amira "live" lewat internet.
  2. Macam-Macam Jenis Olah Raga PJOK

Macam-macam jenis olah raga dari sekolah Amira pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), di antaranya :

  1. Senam Irama

Amira mengikuti instruksi senam irama dari video yang sudah dikirim guru lewat internet. Selanjutnya Mumtaz merekam senam irama yang sedang ditiru Amira dari video. Hasil rekaman tersebut baik untuk senam irama maupun rekaman berbagai jenis olah raga lainnya dikirim ke guru Amira lewat whatsaap atau email.

     2. Bola Kertas

Sebelum siswa olah raga bola kertas, siswa ditugaskan untuk membuat bola kertas dengan cara : sekitar 15 lembar kertas apa saja yang sudah tidak dipakai, kemudian kertas digulung menyerupai bola, terakhirnya setelah kertasnya di ikat pakai karet terus dilapisi pakai kantong plastik "kresek", kemudian diikat lagi (boleh pakai karet gelang atau diisolasi),

Jenis-jenis olah raga bola dari kertas :

      3. Lempar bola kertas ke dinding dengan tangan kanan 10 kali, kemudian "gantian" tangan kiri 10 kali,

      4.Lempar bola kertas ke dalam ember.

Amira melempar bola kertas ke dalam ember, kemudian Amira melompati kardus - kardus sepatu, setelah sampai di ember, Amira mengambil bola kertas, selanjutnya ulangi sebanyak 10 kali.

      5. Lempar bola kertas ke atas, setelah bola sampai di atas tepuk tangan 2 kali selama 1 menit.

      6. Tendang bola kertas ke tembok selama 1 menit,

      7. Lempar tangkap bola dengan teknik lempar lurus (dari atas kepala ke arah dada) selama 30 detik, berpasangan dengan. keluarga yang ada            di rumah, menggunakan bola kertas, jarak 2 - 3 meter.

c.    Pesawat Terbang Kertas

Amira membuat pesawat dari kertas, kemudian diterbangkan dengan tangan kanan 10 kali, terus bergantian dengan tangan kiri 10 kali,

    1. Lari Zigzag

              Amira lari zigzag dengan menggunakan gelas aqua selama 1 menit,

 e.    Latihan Kekuatan :

     1) Jumping jack, 10 kali,

     2) Juggling 2 bola kecil, sebanyak 20 kali. Bola kecil terbuat dari "gulungan" kaos kaki.

     3) Lari santai/jalan cepat/jogging selama 30 detik.

Seiring selama PJJ, orang tua menjadi berperan penting menggantikan peran guru. Untuk itu, orang tua di sekolahnya Amira saling berbagi pengalaman dan berdiskusi dalam komunitas, salah satunya WAG bersama guru-guru dan para orang tua. Namun demikian, untuk hal-hal khusus seperti memahami pelajaran dari sekolah, Mumtaz langsung berkoordinasi dan berkomunikasi dengan guru-guru melalui WA atau telephone.

 

Diki/transakt.