Kamis, 22 Oktober 2020 | 12:47 WIB

Bedah Buku "Jungkir Balik Pers" karya Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat Nasihin Masha

foto

 

Bedah Buku "Jungkir Balik Pers" karya Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat Nasihin Masha.

Banyumas- www.transaktual.com

Alumni FISIP Unsoed angkatan 1986 dan mantan Ketua Senat Mahasiswa (BEM) FISIP Unsoed Nasihin Masha memaparkan buku "Jungkir Balik Pers" hadir tepat waktu. Saat ini sedang muncul diskursus dan bahkan mempertentangkan antara media mainstream dengan media sosial dan media jejaring. Konkretnya, ada pihak yang menyoal dan ada pihak yang mendukung kehadiran profesi dan realitas baru berupa influencer dan buzzer. Lalu, fenomena baru itu diperhadapkan dengan pers.

Pemimpin Redaksi harian REPUBLIKA (2010 - 2016) dan juga Sekretaris Lembaga Pers Dr.Soetomo Nasihin Masha menjelaskan buku "Jungkur Balik Pers:" menjawab wacana tersebut.

Bagaimana sebetulnya realitas pers setelah hadirnya internet? Belum selesai dengan gelombang media daring, pers dihantam pula oleh kehadiran media sosial dan media jejaring.

Tak cukup dengan itu, tiba-tiba muncul pandemi, yang memperhebat penderitaan pers.

Buku Jungkir Balik Pers karya Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat Nasihin Masha, wartawan senior yang lebih dari 25 tahun menjadi jurnalis, mendeskripsikan dengan baik fenomena ini.

Bagaimana pula dengan kecenderungan bisnis pers di Indonesia yang menjadi berada dalam kuasa konglomerasi? Lalu bagaimana dengan masa depan pers di tengah arus Internet of Things? Temukan jawabannya dalam buku yang ditulis dengan renyah dan popular serta kaya data dan deskripsi ini. Inilah buku yang layak Anda miliki di tengah pandemi ini, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Diki/transakt.