Senin, 30 November 2020 | 11:34 WIB

Komunitas Sepeda di Banyumas, Dr.ENHA dari Bike To Work (B2W) Unsoed, Adakan Bakti Sosial

foto

 

Komunitas Sepeda di Banyumas, Dr.ENHA dari Bike To Work (B2W) Unsoed, Adakan Bakti Sosial.

Banyumas-www.transaktual.com

Para pesepeda di Kabupaten Banyumas, seperti Komunitas Sepeda di Banyumas, Dr.ENHA dari Bike To Work (B2W) Unsoed, B2W Indonesia, bersama B2W Korwil Purwokerto mengadakan Bakti Sosial dengan bagi-bagi sepeda untuk santri di Pondok Pesantren (PonPes) An Nur Rempoah, Baturraden Kab.Banyumas dan usaha kecil ungkap Tim Promosi Unsoed, Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Ketua B2W Unsoed Dr.Nurul.Hidayat (Dr.ENHA).saat diwawancarai pada hari ini Selasa 29 September 2020 mengatakan bahwa secara langsung pengurus B2W Korwil Purwokerto dan perwakilan dari Komunitas Gowes di Purwokerto membawa sepeda baru dari para penyumbang untuk di bagikan kepada yang berhak menerima sesuai survey pengurus B2W Purwokerto bersama Komunitas Sepeda di Banyumas. Adapun agenda baksosnya sebagai berikut, pertama Sabtu, 26 September 2020, penyerahan 6 unit sepeda dan santunan uang tunai ke Pondok Prantren (PonPes) Annur Rempoah Baturraden Kabupaten Banyumas. Kedua, akan dilanjutkan Minggu, 27 September 2020, penyerahan sepeda dan santunan uang tunai untuk modal usaha ke 5 orang terpilih.

Dr.ENHA yang juga Dosen Informatika Fakultas Teknik Unsoed menjelaskan Adioz selaku Koordinator Harian B2W Purwokerto, sekaligus mewakili Komunitas Gowes Purwokerto menyalurkan 6 sepeda yang terkumpul dari "sedekah" teman-teman B2W dan Goweser Purwokerto. Secara simbolik Adioz langsung menyerahkan sepeda kepada perwakilan penggurus Pondok Pesantren An Nur Kyai Fazihin.

Dr.ENHA menambahkan bahwa pemberian sepeda dan santunan uang tunai untuk membantu modal usaha disalurkan kepada 5 orang dengan diantarkan langsung ke rumah penerima yakni Fatonah (Pasir Kidul – pedagang jamu kelilingan), Parta (Rawalo – pedagang cilok keliling), Kirno (Kranji – pembuat sepeda kayu), Saryono (Pekuncen – penjual es potong keliling), dan Anti (Arcawinangun – penjual susu kedele).

Diki/transakt.