Kamis, 1 Oktober 2020 | 20:23 WIB

Tanda Tangan Pembayaran Tanah RTH, Supir Terdakwa Kadar Slamet Dapat Fee Puluhan Juta

foto

 

Tanda Tangan Pembayaran Tanah RTH Supir Terdakwa Kadar Slamet Dapat Fee Puluhan Juta.

www.transaktual.com

Bandung -- Maman Yuparman, yang pernah menjadi supir terdakwa Kadar Slamet menikmati uang dari Pengadaan Tanah Untuk Sarana Ruang Terbuka Hijau (RTH). Perkerjaannya selain melakukan antar jemput Kadar Slamet sewaktu menjadi Anggota DPRD Kota Bandung itu, juga menjadi Kuasa Jual pemilik tanah dan memperoleh tak kurang dari Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah).

Hal tersebut diungkapkan nya Maman Yuparman yang juga sepupu istri Kadar Slamet itu dalam sidang lanjutan perkara korupsi Pengadaan Tanah Untuk RTH di Pengadilan Tipikor Bandung (19/8/2020). Maman yang tampil bersama 4 (empat) saksi fakta lainnya mengatakan bahwa dirinya yang  menerima upah dengan jumlah antara Rp 700 ribu - Rp 1 juta dari Kadar,  diminta oleh saksi Hadad dan Karmana untuk menjadi Kuasa Jual hanya untuk melakukan pencairan. Dirinya disodori konsep surat Kuasa Jual yang dikeluarkan oleh Notaris/PPAT yang tidak dikenalnya. Maman ketemu dengan Hadad dan Karmana di rumah Hadad dan melihat surat Kuasa Jual yang sudah dipersiapkan dan ditandatanganinya. Sesudahnya, Maman yang menjadi grup Hadad dan Karmana beramai-ramai (kurang dari 10) orang  datang ke bidang Aset DPKAD Pemkot Bandung. Lihat ada Herry Nurhayat dan tahu dengan Hermawan. Lalu disuruh tanda tangan kwitansi pembayaran tanah dan menerima 2 (dua) lembar cek, jumlahnya lupa. Seterusnya cek dicairkan ke Bank Bjb di Tamansari Kota Bandung. Diakui oleh Maman bahwa setelah 2 (dua) hari, menerima fee sebesar Rp45.000.000,00 dari Hadad di rumahnya Hadad atas jasa pencairan tanah yang berlokasi di Cisurupan , lokasi di Cisurupan.

Keterlibatan Maman lainnya adalah mengantar Dodo uang ke Herry Nurhayat ke DPKAD Pemkot Bandung. Dirinya disuruh Kadar Slamet untuk menemani Dodo bersama Cece Hidayat dan Trisno Budianto. Menaiki mobil CRV milik Kadar Slamet, berangkat sore hari ke Pemkot. Tiba di Pemkot, Dodo turun dari mobil, menemui Herry Nurhayat. Tak lama, Dodo balik lagi ke mobil bersama Herry Nurhayat. Bungkusan besar yang dibawa lalu ditaruh di mobil Herry Nurhayat yang mendekati mobil yang disopiri Maman. Jumlah uang sekitar Rp 1,7 miliar. Setelahnya Maman Yuparman, Dodo dan rekan-rekannya kembali ke rumah Kadar Slamet di Cilengkrang.

Demikian juga dengan keterangan Cece Hidayat yang dihadirkan Penuntut Umum KPK. Cece selain bertugas bersih-bersih di rumah Kadar Slamet juga menjadi Kuasa Jual dari Siti Aisyah untuk mencairkan uang RTH yang disitu oleh Hadad. Dirinya tidak kenal dengan Notaris Mauludin. Cece menerima fee dari Hadad dan Karmana Rp 15 juta.

Keterangan Trisno Budianto yang juga dihadirkan oleh Penuntut Umum KPK adalah sebagai tukang laundry. Dirinya diminta bantuan oleh Hadad.pada tahun 2012 menjadi Kuasa Jual untuk pemilik tanah  Katmi yang tidak dikenalnya dan tidak pernah ketemu. Kepada dirinya disodorkan 6 Kuasa Jual, tidak ke Kantor Notaris. Bersama grup Hadad ke bidang Aset, tanda tangan kwitansi, menerima 2 cek yang masing-masing jumlah nya Rp2 miliar dan Rp 184 juta. Hasilnya, Trisno Budianto menerima fee Rp 20 juta. Keterangan ketiga saksi tersebut merupakan pemeriksaan para makelar  pembebasan tanah RTH yang merugikan lebih dari Rp 69 miliar.

(Y CHS/transaktual).