Kamis, 13 Agustus 2020 | 02:07 WIB

Korupsi Anggaran Dana Desa (ADD), Giliran Kades Sukasukur Tasikmalaya Jadi Terdakwa di PN Bandung

foto

 

Korupsi Anggaran Dana Desa (ADD), Giliran Kades Sukasukur Tasikmalaya Jadi Terdakwa di PN Bandung.

Bandung – www.transaktual.com

Tak terhitung lagi berapa orang Kepala Desa (Kades) diseret ke meja hijau jadi pesakitan akibat merugikan keuangan Anggaran Dana Desa (ADD) kini giliran Kades Sukasukur Agus Tasikmalaya, dihadapkan majelis hakim yang dipimpin Dariyanto,untuk mempertanggung jawabkan perbuatan dugaan korupsi, mengakibatkan Negara dirugikan sekitar Rp.167 juta.

Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Singaparna dibaca secara bergantian dalam sidang ruang 3 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan  Negeri (PN) Bandung Jalan RE.Martadinata Senin (20/7/2020)

Terdakwa Agus disidangkan bermula dari pengajuan proposal sebesar Rp.250 Juta, untuk pembangunan jalan Desa di 9 titik yang nilainya mencapai Rp.235 juta, anggaran 2018-2019 tersebut, diduga tidak seluruhnya digunakan.

Bantuan Keuangan dari Pemkab Tasikmalaya sebesar Rp 235.000.000.  pembangunan kirmir jalan Kampung Cioray Rp 25 juta, pembangunan kirmir Kampung Cidulang Rp 35 juta, pembangunan TPT di Kampung Ciliwung Rp 40 juta.

Didampingi Penasehat Hukum (PH) disidangkandengan kepalanya tertunduk mendengar surat dakwaan yang dibacakan JPU sekira 1 Jam Agus selain memperkaya dirinya ia juga memperkaya orang lain.Usai dakwaan dibacakan terdakwa koordinasi dengan PH, atas dakwaan tersebut.

Akibat perbuatannya terdakwa diancam Pasal 2 dalam dakwaan Primair dan dakwaan subsidair pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun dan minimal satu tahun penjara maksimal 20 tahun penjara.

Sidangnya kembali digelar Senin depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan pembuktian, lantaran PH tidak menyampaikan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan JPU  Singaparna..

(pri/mph/transakt)