Senin, 25 Maret 2019 | 18:41 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Buka Forum OSIS Daerah di Disdik Jabar

foto

 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Buka Forum OSIS Daerah di Disdik Jabar.

Lintas Jabar, www.transaktual.com

Syarat menjadi pemimpin harus memiliki visi atau mimpi, sebagai problem solver atau pemecah masalah dan inovatif. Tiga syarat ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada para ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) se-Jabar pada forum OSIS daerah, di Aula Ki Hadjar Dewantara kantor Dinas Pendjdikan Jabar, Sabtu (05/01/19).

Visi, menurut Emil, sapaan Gubernur, wajib dimiliki seorang pemimpin. Begitupun bagi ketua OSIS, visi tak boleh sama dengan ketua sebelumnya. Visi Emil sendiri sebagi Gubernur ingin menjadikan Jabar provinsi pariwisata terbaik, provinsi digital dan terinovatif dengan kalimat semangat juara lahir batin.

"Seorang pemimpin harus punya visi atau mimpi, jangan melanjutkan kepemimpinan yang sebelumnya tapi buat mimpi baru. Kenapa bangsa ini merdeka karena Bung Karno punya mimpi, ujar Emil kepada 260 ketua OSIS yang hadir.

Pemimpin juga harus menjadi problem solver dengan turun tangan langsung menyelesaikan masalah di lapangan.

"Pemimpin hari ini harus turun tangan bukan tunjuk tangan dan terakhir harus inovatif yaitu memiliki cara yang berbeda dalam hal apapun," terangnya.

Dalam forum OSIS yang bertemakan "A good leader is example form the best character" ini, Emil juga menitipkan tentang nilai-nilai kepemimpinan agar para pelajar menjadi teladan di sekolahnya. Yaitu nilai ilmu, ahlak, iman dan kesehatan.

Tahun 2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana diprediksi akan menjadi negara terkuat di dunia dalam ekonomi. Untuk itu Emil minta kepada para pelajar saat ini untuk mempersiapkannya karena 26 tahun yang akan datang mereka akan menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing.

"Bekalnya saya sampaikan supaya mereka menjadi pemimpin visioner, kompetitif, ini adalah investasi kami agar kami punya stok calon-calon pemimpin di masa depan yang dibekali dengan kearifan-kearifan di generasi kami sekarang," terang Emil.

(rjs,tarungnews/transakt)