Senin, 25 Maret 2019 | 18:36 WIB

Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2018

foto

 

Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2018 .

JABAR – www.transaktual.com

Berbagai capaian kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2018 dipaparkan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (31/12/2018).

Bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jalan Martadinata No. 54 Kota Bandung, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Raja Nafrizal, SH yang didampingi oleh para Asisten serta sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, menyampaikan sejumlah capaian kinerja selama tahun 2018.

Dalam acara Press Gathering dengan awak media tersebut, Kajati Jabar menguraikan sebagai berikut : Bidang Pembinaan : Sepanjang tahun 2018, Kejati Jabar telah menyerap Anggaran sebesar Rp60.375.050.428,- atau sebesar 94,34 % dari total anggaran yang tersedia yaitu Rp64.679.885.000,-. Sedangkan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp66.757.503.804 dari target penerimaan Rp13.139.418.000,- atau sebesar 508,07 %.

Bidang Intelijen meliputi Kegiatan :

a. Penerangan Hukum : 46 Kegiatan dengan jumlah peserta 4.353 orang;

b. Penyuluhan Hukum : 32 Kegiatan dengan jumlah peserta 1.936 orang;

c. Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah : 67 Kegiatan dengan jumlah peserta 10.865 siswa;

d. Program Jaksa Menyapa : 28 Kegiatan;

e. Program Jaksa Sahabat Guru : 26 Kegiatan;

f. Kegiatan Penyelidikan (Lid) 3 perkara dan diselesaikan 1 perkara dan sisa 2 perkara;  

g. Kegiatan Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) :4 Kegiatan;

h. Program Tabur 31.1 ({Tangkap Buron) : 13 DPO;

i. Kegiatan Pencegahan Keluar Negeri (Cegah Tangkal) terdiri dari 16 orang antara lain cegah baru 16 orang, perpanjangan cegah 0 orang;

j. Melaksanakan kegiatan pelacakan aset di Kejati Jabar sebanyak 2 kali  Kegiatan  (sampai saat ini masih dalam proses), dan Kejari se-Jawa Barat telah dilaksanakan 31 Kegiatan;

k. Kegiatan TP4D Kejati Jabar : sepanjang tahun 2018, Tim TP4D Kejati Jabar dan Kejari se-Jawa Barat telah melakukan kegiatan Pengawalan dan Pengamanan 973 Kegiatan di 141 instansi, dengan nilai  Rp74.803.285.006.172,- proyek Strategis Nasional (PSN) diantaranya

1. Pengawalan dan Pengamanan pekerjaan pembangunan Kereta Cepat Jakarta - Bandung  oleh PT. PSBI (Pilar Sinergi BUMN Indonesia), 2. Pekerjaan Pembangunan Bendungan Leuwi Keris dan 3. Bendungan Sadawarna.

Dalam Bidang Tindak Pidana Umum, lanjutnya, sepanjang tahun 2018, bidang ini telah menerima sebanyak 15.581 SPDP, dilanjutkan dengan penerimaan berkas perkara Tahap pertama sebanyak 13.094 perkara dan diselesaikan sebanyak 10.235 perkara yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Tahap dua sebanyak 12.079 perkara. Sedangkan berkas perkara yang masuk ke tahap penuntutan sebanyak 10.171 perkara dan telah diselesaikan sebanyak 9.895 perkara.

Dalam Bidang Tindak Pidana Khusus, tahun 2018 telah menangani penyelidikan perkara korupsi sebanyak 55 perkara, jumlah penyidikan sebanyak 42 perkara dan jumlah penuntutan sebanyak 68 perkara dengan rincian 27 perkara berasal dari Penyidik Kejaksaan dan 41 perkara berasal dari Kepolisian. Perkara yang telah dieksekusi sebanyak 48 perkara. Penyelamatan keuangan negara sebesar Rp11.153.152.485,- dan Uang Pengganti yang berhasil dikembalikan ke kas negara sebesar Rp649.269.464.

Untuk Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, bidang ini telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp1.346.512.430.033,- yang terdiri dari Uang Pengganti Rp197.128.461,- Pemulihan Kekayaan/Keuangan Negara Rp27.446.339.860,- Penyelamatan Aset/Keuangan Negara Rp1.318.868.961.712,- Penandatanganan MoU sebanyak 29 Kegiatan dan Kejari se-Jawa Barat 65 Kegiatan.

Untuk Bidang Pengawasan, pada tahun 2018 Bidang ini telah melakukan kegiatan dengan memproses dan menjatuhkan hukuman terhadap 25 orang pegawai baik Tata Usaha maupun Jaksa yang terdiri dari 11 orang Pegawai Tata Usaha dan 14 orang Jaksa dengan jenis hukuman yang beragam yaitu hukuman ringan 3 orang, hukuman sedang 10 orang dan hukuman berat berupa pemecatan 12 orang.

(Y CHS/transakt).