Senin, 25 Maret 2019 | 19:34 WIB

Satu Tahun Program Citarum Harum, Optimisme dan Tantangan

foto

 

Satu Tahun Program Citarum Harum, Optimisme dan Tantangan.

BANDUNG, - www.transaktual.com

Hampir satu tahun berjalannya program Citarum Harum, optimisme baru dalam menghidupkan kembali Sungai Citarum dinilai telah tumbuh. Program tersebut bahkan dinilai telah menghidupkan awareness banyak pihak akan pentingnya merawat sungai dan lingkungan.

Hal tersebut diutarakan Ketua Citarum Institute, Eki Baihaki, dalam siaran pers "Refleksi Akhir Tahun Citarum Harum", Selasa, 1 Januari 2019.

Eki mengakui, program tersebut tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Namun, menurut dia, optimisme baru dan hidupnya kesadaran masyarakat harus diapresiasi berkat berbagai pihak yang menginisiasi, konseptor dan para pejuang dari unsur pemerintah, TNI dan masyarakat yang terlibat dalam program Citarum Harum tersebut.

"Juga telah tumbuh kebersamaan dalam visi dan aksi  antar seluruh komponen masyarakat, akademisi, pegiat lingkungan, agamawan, budayawan dalam melaksanakan program bersama. Dan tinggal dikembangkan hadirnya komitmen manajemen program yang didasari spirit penjaminan mutu (continous improvement) spirit untuk senantiasa menghadirkan evaluasi perbaikan, penyempurnaan dari langkah langkah program sebelumnya. Tanpa harus menghilangkan peran peran sebelumnya yang positif," ujar Eki.

Eki menuturkan, bahwa secara objektif sebelum hadirnya program Citarum Harum, aura pesimisme lebih menyelimuti ihtiar untuk memperbaiki sungai Citarum. Hal ini mengingat kompleksitas masalah Citarum demikian terstruktur, sistimatis bahkan massif.

"Seperti mengurai benang kusut saja. Tak tahu dari mana harus memulai, bagaimana harus memulai, siapa yang harus memulai, dengan cara apa harus memulai," tuturnya.

Diketahui, program Citarum Harum secara normatif diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres)  Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.

Tiga tantangan.

Eki menuturkan, setidaknya terdapat tiga tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai keberhasilan Citarum Harum. Yakni diperlukan kesungguhan dengan melakukan perubahan besar terkait aspek regulasi, struktural dan kultural dalam program yang komprehensif.

Dia mengingatkan, kompleksnya permasalahan di Ciitarum membutuhkan pendekatan, pola dan strategi baru dalam penyelesaian permasalahan. Pengalaman hampir dua dekade menjadi bukti bahwa pendekatan sektoral tak akan dapat berhasil. Aliran Citarum dibagi menjadi 22 sektor komando, dengan setiap sektor koordinasinya dipimpin oleh perwira berpangkat kolonel. 

"Kami berharap Gubernur sebagai Dan Satgas, dalam mengembangkan struktur organisasi  harus mengawalinya dengan kajian akademik untuk membuat struktur yang tepat yang mampu menjawab tantangan tugas. Dan tentu yang juga penting adalah menempatkan personil bukan karena pertimbangan politik atau subjektif namun pertimbangan kompetensi dan komitmen terbaiknya yang menjadi pilihan utama," katanya.

(transakt)