Selasa, 13 November 2018 | 13:52 WIB

OTT KPK di Cirebon, sejumlah pihak dibawa ke Jakarta

foto

 

OTT KPK di Cirebon, sejumlah pihak dibawa ke Jakarta.

www.transaktual.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka yang ditangkap sedang dibawa ke gedung KPK, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Benar, hari ini ada kegiatan (OTT)di Cirebon. Masih diperlukan pendalaman, besok akan dijelaskan dalam konferensi pers di KPK," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Rabu (24/10).

Namun, Agus belum bisa menjelaskan lebih lanjut siapa saja pihak yang pihak ditahan maupun kasus yang terjadi di Kabupaten Cirebon itu.

Sesuai KUHAP, KPK memiliki waktu 1X24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

KPK: OTT Bupati Cirebon Terkait Jual Beli Jabatan.

Operasi senyap kali ini disinyalir terkait dugaan suap jual beli jabatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. "Terkait dengan jual beli jabatan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (24/10).

Basaria mengatakan tim penindakan KPK juga mengamankan barang bukti (BB) berupa bukti transfer dan uang. Namun, Basaria belum bisa mengungkap nominal transfer dan uang yang diamankan dari OTT ini. "BB-nya bukti transfer dan uang," ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah pihak yang ikut diamankan adalah beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Mereka yang diciduk dalam OTT telah dibawa ke Kantor KPK, Jakarta.

Lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun pewarta Kabar Cirebon Agung Nugroho, Sunjaya Purwadisastra ditangkap di rumah dinasnya di lingkungan Pendopo Pemkab Cirebon. Selain Bupati, KPK yang datang menggunakan sekira lima unit mobil juga membawa ajudan dan sejumlah orang yang ikut terjaring OTT.

Saat penangkapan, situasi Pendopo mulai ramai karena pada saat bersamaan digelar acara jamuan makan malam para akuntan yang tergabung dalam Ikatan Akuntasi Jawa Barat.  Acara yang digelar Kompartemen Mahasiswa Ekonomi Fakultas Ekonomi Unswagati Cirebon itu dihadiri Rektor Unswagati Cirebon Mukarto Siswoyo.

Saking tertutup dan cepatnya OTT, para peserta sama sekali tidak mengetahui atau mendengar proses tersebut.  Apalagi, jamuan makan malam itu tetap diselenggarakan dan tidak terpengaruh OTT KPK yang justru diketahui oleh para peserta belakangan.

“Saya malah mendengarnya dari wartawan. Kami di sini tidak mengetahui apa-apa,” tutur Harmono, salah satu peserta jamuan makan malam.

Pada acara tersebut, semula  Sunjaya Purwadisastra dijadwalkan akan menyampaikan sambutan selamat datang. Namun karena terkena OTT, sambutan diwakilkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni.

“Karena satu dan lain hal, Bapak (Sunjaya Purwadisastra) tidak bisa hadir. Saya hanya mewakili beliau untuk membacakan sambutan tertulis,” tutur Eni di depan para peserta.

Sementara itu, pintu gerbang menuju lingkungan Pendopo Pemkab Cirebon dijaga ketat petugas Satuan Polisi Pamong Praja. Mereka melarang puluhan wartawan yang memburu informasi penangkapan Sunjaya Purwadisastra.

Sunjaya Purwadisastra menjadi Bupati Cirebon sejak memenangi Pilbup tahun 2014 lalu saat berpasangan dengan Tasiya Soemadi al Gotas.

Pada Pilkada serentak baru lalu, sebagai petahana, Sunjaya Purwadisastra kembali meraih kemenangan. Kali ini dia berpasangan dengan Imron Rosadi yang diusung PDIP.

Untuk jabatan periode keduanya sebagai Bupati, Sunjaya Purwadisastra bersama Imron Rosadi belum dilantik. Pada saat terjadi OTT, Imron Rosadi diketahui berada di lingkungan Pendopo, tetapi dia enggan berbicara apa-apa terkait penangkapan Sunjaya Purwadisastra oleh KPK.

Pernyataan KPK.

KPK membenarkan adanya OTT di Kabupaten Cirebon. "Benar, hari ini ada kegiatan (OTT) di Cirebon. Masih diperlukan pendalaman, besok akan dijelaskan dalam konferensi pers di KPK," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta seperti diberitakan Antara.

Akan tetapi, Agus Rahardjo belum bisa menjelaskan lebih lanjut siapa saja orang yang ditahan maupun kasus yang terjadi di Kabupaten Cirebon itu.

Antara menyebut, pihak-pihak yang ditahan tersebut sedang dibawa ke gedung KPK, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sesuai KUHAP, KPK memiliki waktu 1 X 24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

(transakt)