Selasa, 18 Sepember 2018 | 22:54 WIB

H. Abubakar Suruh Weti dan Adyoto Untuk Terima Hadiah Rp.860 Juta

foto

H. Abubakar Suruh Weti dan Adyoto Untuk Terima Hadiah Rp860 Juta.

www.transaktual.com

Dalam Surat Dakwaan Nomor : 77/TUT.01.04/24/08/2008 atas nama terdakwa H. Abubakar yang telah dibacakan di Pengadilan Tipikor Bandung (27/8/2018) antara lain disebutkan : telah melakukan atau turut melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah atau janji yaitu menerima uang sejumlah Rp860.000.000,- sebagai partisipasi iuran sejumlah uang dari Kepala Dinas/Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah KBB (Kabupaten Bandung Barat) guna kepentingan pencalonan Elin Suharliah (istri terdakwa) dan Maman Sulaiman Sunjaya dalam pilkada KBB Tahun 2018 - 2023 yang diterima terdakwa dari Weti Lembanawati dan Adyoto dari Asep Hikayat beserta Kepala Dinas/SKPD lainnya.

Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yaitu menerima uang tersebut dengan maksud agar Asep Hikayat selaku Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan jabatan para Kepala SKPD lainnya atau setidak- tidaknya mempromosikan sebagian pegawai pada beberapa SKPD di lingkungan Pemerintah KBB karena terdakwa selaku Bupati yang mempunyai kewenangan dalam menetapkan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pejabat di lingkungan Pemerintah KBB. 

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai I Dewa Gede Suarditha, SH.,MH Tim Penuntut Umum Budi Nugraha, dkk menyatakan bahwa sejumlah dana dikumpulkan oleh Weti dan Adyoto dilakukan secara bertahap. Pada bulan Februari 2018 atas arahan Adyoto dan Weti Lembanawati beberapa Kepala SKPD menyetorkan uang kepada Adyoto dan Weti melalui Caca Permana atau Aang Nugraha yaitu : 

1. Ludi Awaludin/Kadis Komunikasi, Informatika dan Statistik KBB, Rp10 juta dan Rp 40 juta; 2. Ade Komarudin/Kadishub KBB, Rp10 juta dan Rp 40 juta; 3. Yazid Azhar/Kepala Inspektorat KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 4. Undang Husni Thamrin/Kadis Perikanan dan Peternakan KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 5. Apung Hidayat Purwoko/Kadis LH KBB, Rp10 juta dan Rp35 juta; 6. Iing Solihin/Kadisnakertrans KBB, Rp10 juta; 7. Ade Zakir Hasim Kadis PMPTSP KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 8. Ade Wahidin/Kadis Koperasi dan UMKM KBB, Rp20 juta dan Rp40 juta; 9. Sri Dustirawati/Kadis Budpar KBB, Rp65 juta; 10. Ida Nurhamida/Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB Rp65 juta; 11. Anugrah/Kadis PUPR KBB, Rp50 juta; 12. Asep Sodikin/Kepala BPKD KBB Rp20 juta dan Rp45 juta; 13. Imam Santoso Mulyo Raharjo/Kadisdik KBB, Rp50 juta; 14. Adyoto, Rp40 juta; 15. Hernawan Widjajanto/Kadis Kesehatan KBB, Rp50 juta. Khusus terdakwa Asep Hikayat telah memberikan sebesar Rp110 juta. Asep Hikayat telah dituntut hukuman 2 tahun dan 6 bulan serta pidana denda Rp100 juta subsider 3 bulan penjara. 

Atas perbuatan H. Abubakar tersebut, mantan Bupati KBB itu bersama-sama dengan Weti Lembanawati dan Adyoto tersebut merupakan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a  atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

(Y CHS/tramsakt).