Kamis, 16 Agustus 2018 | 22:29 WIB

Mantan Bupati KBB Akui Uang Yang Dikumpulkan, Untuk Paslon Elin Maman

foto

www.transaktual.com

Mantan Bupati KBB (Kabupaten Bandung Barat), H. Abubakar akhirnya mengakui bahwa semua uang yang dikumpulkan dari SKPD melalui Weti Lembanawati dan Adyoto adalah untuk kepentingan Pencalonan Hj. Elin Suharliah dan Maman S. Sunjaya sebagai sebagai Bupati dan Wakil Bupati KBB periode 2018 - 2023. 

Meski keterangannya  diawali dengan berbelit-belit dan mengambang,  setelah dihimbau oleh Penuntut Umum KPK dan Majelis Hakim, akhirnya H. Abubakar mengakui bahwa pemberian uang secara bersama-sama 17 Kepala Dinas dan Badan yang ada di lingkungan Pemerintahan Daerah KBB (6/8/2018).

Keterangan Abu bakar dinilai mengambang oleh Ketua Majelis Hakim, Fuad Muhammadi, SH.,MH. Keterangan seperti Abu bakar tidak mengetahui berapa jumlah yang dibutuhkan untuk dana paslon, sumber dana tidak tahu dan tidak ingat. Keterangannya tentang dibentuknya Tim Pemenangan untuk paslon Elin - Maman diakuinya dengan anggotanya terdiri dari Parpol pendukung serta kedudukan anaknya, Aulia Hasan Sumantri sebagai wakil bendahara Tim.

Terdapat juga beberapa nama yaitu Jejen Zainal Arifin, Samsul Maarif, Ebun dan sebagainya diangkat atas kesepakatan koalisi. Tentang penggalangan dana Tim mempunyai otoritas dimana H. Abubakar  tidak bisa melakukan perintah. 

Permintaan partisipasi digulirkan oleh Abubakar diakuinya sebagai Kepala Daerah untuk melakukan pembinaan. "Bantu ibu dengan data dan bahan sesuai dengan visi dan misinya," katanya. Tentang permintaan bantuan dana pernah disebutkannya tapi tidak secara spesifik melalui rapat-rapat dinas.

Abubakar menyatakan tidak memilih-milih orang dan tidak menunjuk kordinator untuk pengumpulan dana tapi hubungannya dekat dengan Weti Lembanawati dan Adyoto. Tentang adanya kalimat yang menyebutkan, Kalau tidak bisa dibina, dibinasakan saja, itu disampaikan dengan bercanda. 

Mantan Bupati KBB itu mencabut keterangan yang dibuatnya di BAP yaitu tentang pengembalian uang sebesar Rp100 juta yang diterima anaknya, Aulia Hasan Sumantri dari Weti Lembanawati melalui Caca. Uang tersebut diminta dari Weti, " bu Weti saya membutuhkan uang kes (cash, red). Karena sudah ada uang, maka uang itu dikembalikan lagi ke Weti. Keterangan tersebut langsung dibantah Weti dengan mengatakan, " tidak ada menerima pengembalian." Dengan demikian Abubakar mencabut keterangan.

H. Abubakar dihadirkan Penuntut Umum KPK bersama dengan Weti Lembanawati dan Adyoto tehadap terdakwa Asep Hikayat. Khusus pemeriksaan Abubakar sengaja dilakukan secara terpisah.

(Y CHS/transakt).