Kamis, 16 Agustus 2018 | 22:29 WIB

Pengelola Rumah Sakit di Jabar Sepakat Kelola Daur Ulang Limbah Medis

foto

 

Pengelola Rumah Sakit di Jabar Sepakat Kelola Daur Ulang Limbah Medis.

www.transaktual.com

Bandung Sebanyak 90 rumah sakit negeri dan swasta se-Jawa Barat sepakat meneken nota kesepahaman pengelolaan daur ulang limbah medis padat dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Hal itu dilakukan sebagai pelaksanaan tata kelola pengolahan limbah medis yang baik yang sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 56 Tahun 2015.

Menurut Direktur Umum dan Operasional Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Yana Akhmad, berdasarkan peraturan tersebut, rumah sakit selaku institusi penghasil limbah, khususnya limbah medis, memiliki kewajiban untuk mengelola limbah dengan tata kelola yang baik. Yana menjelaskan RSHS sendiri, telah mengelola daur ulang limbah medis padat.

"Prinsip yang digunaan sederhana, reduce (kurangi), recycle (daur ulang), dan re-use (gunakan lagi). Limbah medis padat yang telah digunakan di RSHS dipilah petugas di ruangan, dicacah atau diubah bentuk dan diberi disinfektan, dibawa oleh transporter ke APDUPI untuk kemudian diolah menjadi biji plastik dan diproduksi menjadi produk non food grade," ujar Yana Akhmad, beberapa waktu lalu.

Yana Akhmad mengatakan RSHS sebagai rumah sakit pengampu tujuh rumah sakit regional di Jawa Barat, memiliki kewajiban moral dalam berbagi ilmu yang terkait dengan tata kelola rumah sakit, khususnya dalam tata kelola limbah medis.

Yana menuturkan tujuh rumah sakit yang berinduk ke RSHS, antara lain RSUD Cibinong Kabupaten Bogor, RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, RSUD Karawang Kabupaten Karawang, RSUD Syamsudin, SH Kota Sukabumi, RSUD Gunung Djati Kota Cirebon, dan RSUD Cibabat Kota Cimahi.

(transakt)