Kamis, 16 Agustus 2018 | 22:29 WIB

Dinilai Cacat Hukum, Ormas Gibas Pertahankan Eksekusi Rumah Artis Meisya Siregar

foto

 

Dinilai Cacat Hukum, Ormas Gibas Pertahankan Eksekusi Rumah Artis Meisya Siregar.

Bandung – www.transaktual.com

Biro Pelayanan dan Bantuan Hukum Gibas Resort Kota Bandung menentang pelaksanaan eksekusi terhadap keluarga pemilik tanah dan bangunan di jalan Karawitan No.58 Bandung, Rabu (25/7/2018).

ketua Ormas Gibas Resort Kota Bandung Freddy.B Sirait, SH,MH mengatakan bahwa telah terjadi  kejanggalan terhadap objek sengketa yang telah dibatalkan akta jual belinya sebagaimana amar putusan Perkara Nomor 346/Pdt.G/2008/PN.Bdg tertanggal 02 Juli 2009.

Menurut Freddy, pelaksanaan eksekusi tersebut sungguh tindakan yang tidak adil dan jelas ada rekayasa atas upaya eksekusi formal dalam pelaksanaan putusan perkara tersebut diatas yang menghukum PT.Bank Artos Indonesia menyerahkan buku SHM NOMOR 625/Kelurahan Turangga, GS Nomor 929 kepada kliennya.

“ Maka dengan keadaan dan tindakan tersebut kami, selaku penerima kuasa sekaligus ormas cinta damai akan tetap mempertahankan objek sengketa ini terlebih dahulu sampai pihak PT.Bank Artos Indonesia menyerahkan terlebih dahulu secara formal buku SHM NOMOR 625/Kelurahan Turangga, GS Nomor 929 kepada klien kami agar pelaksanaan putusan perkara  dijalankan secara adil,” kata Freddy disela-sela proses eksekusi.

Sebagaimana diketahui, objek sengketa adalah rumah orang tua dari artis Meisya Siregar, istri musisi Baby Romeo. Freddy menuturkan,  kliennya Ny.Nurhafifah Masitah Lubis (Istri dari Emil Syawal Siregar) orang tua dari Meisya Najelina Siregar telah diperdaya oleh Drs.Hendrawan Sukma Saputra.

Saat itu, kata Freddy, Hendrawan mengajak kliennya ke notaris Jelly Naseri,SH dengan dalih membuat akta perjanjian kerja sama, namun nyatanya tanpa disadari kliennya telah didorong melakukan jual beli atas Aset tanah dan bangunan Jalan Karawitan Nomor 58 Kota Bandung (objek sengketa).

“ Manakala sadar telah diperdaya, ternyata sertifikat atas objek sengketa telah dibalik namakan kepada Drs.Hendra Hendrawan, dan kemudian diajukan sebagai Jaminan Pinjaman oleh Drs.Hendrawan Sukma Saputra ke PT.Bank Bank Artos Jalan Otista Kota Bandung tanpa menerima sepeserpun nilai uang pinjaman tersebut, sehingga akhirnya harus menanggung resiko akan dilakukan pelelangan atas objek sengketa,” papar freddy.

Dan saat eksekusi dijalankan, lanjut freddy,  PT.Bank Artos Indonesia selaku termohon eksekusi menyatakan bahwa buku Sertifikat Hak Milik nomor 625/Kelurahan Turangga atas nama kliennya  sedang dalam penyitaan Kepolisian. Namun nyatanya kemudian dilakukan penjualan secara lelang untuk menjalankan amar putusan dalam perkara ganti kerugian materil 404/Pdt/G/2009/PN.Bdg yang diputus tanggal 12 Juli 2010, dan dibeli oleh Clive Daniel Mario Susanto yang sekarang ini bertindak selaku pemohon eksekusi.

“ Setelah mengetahui kejanggalan dan tipu daya tersebut maka anak-anak Ny. Nurhafifah Masitah Lubis yaitu Ali Irsya Amroni Siregar, Imelda Safitri Siregar, Muhammad Sufri Siregar serta Meisya Najelina Siregar (A.Irsya Amroni Siregar) menggugatlah ke Pengadilan Negeri Bandung, meski salah satu tergugatnya adalah Ibu kandungnya sendiri demi menegakkan prosedur formal untuk membuktikan kesalahan prosedur jual beli yang direkayasa tersebut,” ujar Freddy.

Kemudian, sambungnya, diputus dalam perkara yang telah berkekuatan hukum tetap tertanggal 02 Juli 2009 Perkara Nomor 346/Pdt.G/2008/PN.Bdg, yang amarnya adalah sebagai berikut :

Dalam Eksepsi : Menolak Eksepsi Tergugat II (Drs Hendrawan Sukma Saputra) dan Turut Tergugat I (Notaris Jelly Naseri SH) dan Turut Tergugat III (PT.Bank Artos Indonesia)

Dalam Pokok Perkara : Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian, Menyatakan Para Penggugat dan Tergugat I (Ny. Nurhafifah Masitah Lubis) adalah ahli waris dari Almarhum Emir Syawal Siregar.,menghukum Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Menyatakan tidak sah jual beli antara Tergugat I dan Tergugat II (drs Hendrawan Sukma Saputra) yang dilakuka dihadapan Turut Tergugat I atas sebidang tanah berikut bangunan diatas sertifikat hak milik nomor 625/Kelurahan Turangga, GS Nomor 929 tanggal 14 januari 1991 seluas 315 M2. (SHM Objek Sengketa).

Menyatakan Akta Jual Beli Nomor 139/2006 tanggal 19 Oktober 2006 Tidak sah dan cacat hukum  dengan segala akibat hukumnya.

Menyatakan balik nama sertifikat hak milik nomor 625/Kelurahan Turangga atas nama Terugat I menjadi atas nama Tergugat II adalah  tdaik sah dan cacat hukum.

Selanjutnya, menghukum Turut Tergugat III untuk menyerahkan sertifikat hak milik nomor 625/Kelurahan Turangga kepada Para Penggugat dan Tergugat I tanpa beban apapun.

Memerintah dan atau setidak-tidaknya  memberi kuasa kepada turut tergugat II  (Kantor Pertanahan  Kota Bandung) untuk membalik nama sertifikat hak milik nomor 625/Kelurahan Turangga dari atas nama Tergugat II menjadi atas nama para penggugat dan tergugat I, (Ny.Nurhafifah Masitah Lubis Ali Irsya Amroni Siregar, Imelda Safitri Siregar, Muhammad Sufri Siregar serta Meisya Najelina Siregar).

Kemudian menghukum Tergugat I dan Tergugat II membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.200.00 (dua ratus ribu rupiah) per hari apabila Tergugat I dan Tergugat II lalai melaksanakan isi putusan sejak perkara ini dini diucapkan.

Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp. 1.272.000. Menolak gugatan penggugat selain dan selebihnya.

“ Putusan tersebut telah berkekuatan hukum  tetap bahkan telah dilaksanakan berdasarkan berita acara eksekusi. akan tetapi, pada saat akan melaksanakan amar putusan nomor 7,  Menghukum Turut Tergugat III untuk menyerahkan sertifikat hak milik nomor 625/Kelurahan Turangga kepada Para Penggugat dan Tergugat I tanpa beban apapun,” tuturnya.

Saat itu, lanjut Freddy, turut Tergugat III berdalih  bahwa Sertifikat Hak Milik nomor 625/Kelurahan Turangga, GS Nomor 929 tanggal 14 januari 1991 seluas tanah 315 M2, Telah disita oleh Kepolisian atas laporannya terhadap penandatangan AJB pada Turut Tergugat I dengan dugaan perbuatan melakukan memberikan keterangan palsu diatas akta otentik., sehingga klien  kami tidak dapat menarik buku Sertifikat Hak Milik nomor 625/Kelurahan Turangga, GS Nomor 929 tanggal 14 januari 1991 seluas tanah 315 M2.

Klien Kami, kata dia, saat itu juga belum juga bisa melaksanakan amar putusan nomor 8 Memerintah dan atau setidak-tidaknya  memberi kuasa  kepada turut tergugat II (Kantor Pertahanan Kota Bandung) untuk membalik nama sertifikat hak milik nomor 625/Kelurahan Turangga dari atas nama Tergugat II menjadi atas nama para penggugat dan tergugta I. hal ini , jelas Fredy, karena disibukkan kembali dengan adanya gugatan penggugat  (gugat PT.Bank Artos Indonesia dengan gugatan ganti kerugian atas keluarnya pinjaman kepada Klien kami dan Ibundanya.

Bahwa amar putusan perkara nomor 404/Pdt/G/2009/PN.Bdg diputus tanggal 12 Juli 2010 juga telah berkekuatan hukum tetap dimana menghukun Tergugat I (Drs.Hendrawan Sukma Saputra, Tergugat II (Ny.Nurhafifah Masitah Lubis) dan Tergugat III (A.Karim/Figur yang dibawa Tergugat I utk menandatangani SJB seolah2 selaku Suami Tergugat II), dengan mengganti atau mengembalikan kerugian materil kepada PT.Bank Artos Indonesia (Penggugat) secara tanggung renteng sejumlah Rp. 2.217.852.677., dengan menyita SHM Milik Drs.Hendrawan Sukma Saputra, dan serta menyita pula SHM Sertifikat Hak Milik nomor 625/Kelurahan Turangga, GS Nomor 929 Milik kliennya yang telah dinyatakan dalam Putusan Perkara sebelumnya yaitu Perkara Nomor 346/Pdt.G/2008/PN.Bdg tertanggal 02 Juli 2009.

(Inilah/transaktual)