Selasa, 18 Sepember 2018 | 22:52 WIB

Emil Sebut Demiz Berlebihan Bila Tak Hadiri Debat Karena Keamanan

foto

 

4 Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mengkuti debat Pilkada Jabar di Sabuga, Bandung, Senin (12/3/2018). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon).

www.transaktual.com

Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta jaminan keamanan saat debat kadidat putaran tiga Pilkada Jabar 2018 digelar. Namun, Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai terlalu berlebihan jika tidak melaksanakan debat terbuka karena mengkhawatirkan faktor keamanannya.

Menurut pria yang biasa disapa Kang Emil ini, faktor tersebut bukan lah alasan untuk tidak melakukan debat.

"Kalau alasan enggak debat karena itu saya kira berlebihan," ungkap Kang Emil, ditemui pada open house di kediaman pribadi OSO, Jl Karang Asem Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Kang Emil mengatakan, telah ada kepolisian sebagai pihak berwenang yang siap untuk mengamankannya. Karenanya menurut dia, tidak perlu terlalu mengkhawatirkan faktor tersebut hingga tidak melaksanakan debat terbuka nantinya.

"Kan ada polisi, kalau khawatir keamanan negeri ini ada yang namanya kepolisian," ujarnya.

Terkait debat terbuka sendiri, Emil mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Dikarenakan dia menganggap telah sering sekali melaksanakan debat.

"Karena sering banget debat udah lebih dari delapan kali (resmi KPU dan tak resmi), jadi enggak ada pakai persiapan-persiapan, jadi lebih ke materi saja," imbuhnya.


Surat Demiz.

Calon Gubernur Jabar Deddy Mizwar menyurati Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat. Dia meminta jaminan keamanan dalam debat terbuka Pilkada Jabar pada 22 Juni 2018 nanti.

Deddy mengatakan, tidak akan hadir dalam debat tersebut jika KPU dan aparat kepolisian tidak memberikan jaminan keamanan. Sebab dia khawatir debat nantinya dapat berakhir dengan kericuhan antar pendukung.

(Lipuran 6/transakt)