Selasa, 18 Sepember 2018 | 23:15 WIB

Jackson WGAB : Oknum Disdik Jabar jangan Bermain Api, Anggaran Tikomdik Harus Diaudit

foto

 

Atas, Satuan Tugas Khusus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Jackson Sitorus. DOK.

www.Transaktual.com

Balai Tikomdik Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di lembaga itu disinyalir fiktif. Beberapa kegiatan disamping tidak ada standar operasional yang benar juga ada setingan dari oknum wartawan di Tikomdik Disdik Jabar.

Sorotan minus lembaga itu dilontarkan Satuan Tugas Khusus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Jackson Sitorus. Jackson meminta anggaran yang dialokasikan untuk Balai Tikomdik Disdik Jabar 2018 diaudit secara transparan.

"Salah satu kegiatan yang baru-baru ini dilaksanakan di salah satu hotel di kawasan Jln Raya Tangkubanparahu yang bertema diskusi kebijakan pendidikan," beber Jackson.

Dalam acara tersebut, lanjut dia, 41 media cetak dan elektronik diundang. "Rekayasa dan akal akalan panitia mensiasati nama-nama media bersangkutan, tapi implementasinya kab/kota turut juga diundang," ungkap Jackson.

Selain itu, ditengah gencarnya efisiensi masalah anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat dan daerah, disisi lain Tikomdik Disdik Jabar memboking hotel di kawasan wisata.

"Kenapa Tikomdik tidak memanfaatkan ruangan dan aula di lingkungan Disdik Jabar. Dan kenapa memilih hotel ketimbang tempat di Disdik Jabar, apakah Aula Disdik Jabar sudah tidak layak untuk di pakai. Hal ini tidak lain karena kegiatan ini di proyekkan, sehingga ada keuntungan dari pihak penyelenggara," tuding Jackson, dengan nada sedikit agak berang.

Ia juga meminta Kasubag TU Tikomdik Drs Yandi Darojat yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak bisa cuci tangan begitu saja atas dugaan penyimpangan anggaran di lembaganya.

Soalnya, lanjut Jackson, selaku PPK harus bisa memanfaatkan keuangan APBD Provinsi Jabar 2018. "Jangan ada indikasi bahwa PPK Tikomdik dijadikan PPK bayangan oleh pihak pihak tertentu," tegasnya.

Tidak transparan Berulang Kembali di Disdik Jabar.

Sementara itu,  Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM PENJARA) juga mengajukan pertanyaan yang hampir sama ditujukan kepada pengelola Kegiatan :

“Pendidikan Berkualitas Untuk Semua Dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Jawa Barat, Sekaligus Sosialisasi PPDB 2018 14 s.d 15 Mei 2018”, dengan surat No: 258/DPD/LSM-P/PK/V/2018. Ditujukan Kepada Kadisdik Jawa Barat.

“Kami sangat prihatin, anggaran yang dialokasi pada kegiatan tersebut, tidak bermanfaat sama sekali, bahkan boleh dibilang hampir tidak dilaksanakan” ujar Tubagus Koko dari Lsm Penjara. “Surat yang kami sampaikan sejak 24 mei minggu lalu, sampai sekarang tidak dijawab, artinya pengelola kegiatan tersebut membenarkan dugaan adanya kesalahan prosedur” sambung Ketua DPD Lsm Penjara itu pada wartawan.

Wartawan yang tidak terdaftar dilarang masuk.

Menyusul kamis 31 Mei tadi sore, di Roemah Nenek Resto & Cafe, di jalan Taman Cibeunying Selatan Cihapit Bandung, ada undangan Jumpa Pers, dalam rangka sosialisasi persiapan PPDB SMA, SMK dan SLB TA 2018/2019.

Informasi yang diterima dilapangan, ternyata bukan sembarang wartawan yang boleh ikut Jumpa Pers, bahkan terjadi insiden kecil dimana Salah seorang Wartawan unit PN Bandung, ditolak dan dilarang masuk ruangan dalam Jumpa Pers tersebut.

“Banyak wartawan diruangan, karena ada jumpa pers, aku mau liput, tapi dilarang” ujar wartawan MB (Kpr), pada transaktual.

“Sepertinya mereka mau bagi bagi rejeki, sampai sampai wartawan diluar daftar tidak diizinkan masuk, untuk meliput berita” sambung wartawan MB sangat kesal.

“Perlu ada pembenahan pada kinerja Tikomdik Disdik Jabar, sebab diduga banyaknya pengurus di Tikomdik Disdik Jabar dipegang orang yang bukan ASN Disdik Jabar” sambung Tubagus Koko pada wartawan.

“Tidak jera jeranya, Oknum di Disdik Jabar ini bermain api, apa tidak bosan dipanggil Aparat yang berwajib, jika oknum oknum ini masih suka bermain api, tinggal tunggu waktu, berkas kasus masih bisa diajukan kembali untuk diperiksa” ujar Ketua DPD Lsm Penjara menutup pembicaraan pada wartawan.

(Ipul/transakt)