Sabtu, 23 Februari 2019 | 13:21 WIB

Perumahan Rancaekek Permai Dinilai Tak Layak Huni, Pemkab Bandung Jangan Mudah Keluarkan Izin

foto

 

KETUA Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, H. Cecep Suhendar dan Bupati Bandung, Dadang M. Naser.

www.transaktual.com

KETUA Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, H. Cecep Suhendar mengharapkan kepada Pemkab Bandung melalui bagian dinas perizinan jangan mudah memberikan atau mengeluarkan izin terhadap pengembang perumahan yang akan mendirikan komplek perumahan di Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Rancaekek.

"Sebenarnya, saya sempat menyampaikan kondisi perumahan di Rancaekek kepada Pemkab. Bandung. Jangan mudah memberikan izin kepada pengembang yang akan membangun perumahan," kata Cecep wartawan saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Komplek Perumahan Rancaekek Permai 2, Kecamatan Rancaekek, Sabtu (12/1/2019).

Sebab, katanya, kawasan Rancaekek masuk pada daerah rawan banjir musiman disaat turun hujan pada setiap tahunnya. Apalagi kawasan Rancaekek dialiri Sungai Cikijing, Sungai Cimande, Sungai Citarik, dan Sungai Cikeruh. "Ke komplek perumahan bantuan material tak bisa masuk. Kalau kita memberikan bantuan ke komplek perumahan akan disalahkan oleh Inspektorat Provinsi Jabar dan BPK RI," kata Bupati.

Menurutnya, komplek perumahan itu masih tanggung jawab pihak pengembang karena masih dikuasai investor. Tetapi khususnya untuk masjid, pihaknya akan mengusahakan, tetapi bukan dari anggaran APBD.

"Saya akan memanggil Pengembang Komplek Perumahan Rancaekek Permai 2 ini. Mengingat kondisi drainase di komplek perumahan kurang baik, fasilitas jalan komplek tak baik. Ini tanggung jawab pengembang," katanya.

Dikatakannya, untuk penanganan banjir di kawasan Rancaekek, pihaknya sudah bekerjasama dengan pemerintah pusat dalam penanganan Sungai Cikijing. "Supaya kawasan Rancaekek tak kebanjiran," katanya.

"Diperparah lagi, kawasan Sumedang yang sebelumnya menjadi daerah resapan air, kini mulai berkurang karena banyak berdiri bangunan dan pabrik," katanya.

Akibatnya, kata Cecep, air yang berasal dari kawasan Sumedang mengalir ke Rancaekek. "Oleh karena itu, jangan mudah memberikan izin. Kami berharap ada kajian teknis analisis dampak lingkungan. Termsasuk ada kajian amdal di kawasan perumahan Rancaekek Permai 2. Komplek perumahan ini, disaat kemarau saja banjir karena permukaan tanahnya sejajar dengan Sungai Cikijing," katanya.

Cecep berharap ada peninjauan ulang izin yang diberikan kepada pengembang perumahan tersebut. Hal ini bersamaan dengan pembahasan perbaikan rumah, karena rumah mereka masih cicilan. "Ini masih tanggung jawab pengembang dalam penataan di kawasan perumahan tersebut," katanya.

Cecep berharap untuk menata lingkungan di komplek perumahan tersebut, yaitu dengan cara normalisasi Sungai Cikijing untuk mengurangi banjir di kawasan perumahan tersebut.

"Selain itu harus membangun danau retensi untuk menampung air, sebagai solusi penanggulangan banjir Rancaekek. Selain itu pemasangan pompa air untuk pencegahan atau penanggulangan banjir," kata Cecep.

Sama halnya yang dikatakan tokoh masyarakat Kecamatan Rancaekek Budimantara. Menurutnya, amdal pembangunan komplek Perumahan Rancaekek Permai 2 harus ditinjau ulang.  "Jangan sampai kawasan ini rawan banjir disaat memasuki musim hujan maupun kemarau," kata Budimantara.

Ia mengatakan, komplek perumahan tersebut tidak didukung dengan fasilitas umum dan fasilitas khusus untuk masyarakat setempat. "Tidak layak fasum dan fasusnya," katanya.

Dikatakan Budimantara, kondisi jalan di kawasan perumahan tersebut sangat buruk dan tergenang air. Pasalnya, belum ada pembangunan jalan dan terlihat kumuh serta becek. "Pembangunan drainasenya pun belum ada," katanya.

(transakt)