Senin, 25 Maret 2019 | 18:37 WIB

Tindas Muslim Uyghur, HMI Abdya Kutuk Pemerintahan Cina

foto

 

Tindas Muslim Uyghur, HMI Abdya Kutuk Pemerintahan Cina.

www.transaktual.com ACEH.

Puluhan Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blangpidie, menggelar aksi solidaritas di Bundaran Simpang Cerana dan Tegu Bank Aceh, kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu lalu (29/12/18).

Para aktifis berorasi secara bergantian, mengutuk keras atas penindasan yang dilakukan pemerintahan China kepada minoritas umat Muslim Uyghur di Xinjiang China beberapa waktu lalu.

Koordinator Lapangan (Korlap), Wardi mengatakan aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kecaman terhadap pemerintah China atas pelanggaran HAM yang membatasi Hak kebebasan dalam hal beragama umat Muslim Uyghur di China

"Kita mengutuk keras kebiadaban yang dilakukan pemerintahan China Terhadap Umat Muslim Uyghur," ungkap Wardi.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Blangpidie, Mursalin, mengatakan aksi ini adalah sebagai bentuk loyalitas sesama ummat muslim.

Kata Mursalin, mereka telah merampas hak kemanusiaan umat beragama yang dilakukan oleh pemerintah China bahkan mereka berusaha memisahkan etnis muslim Uyghur dari Agamanya.

"Dalam aksi ini ada enam tuntutan yang disampaikan," kata Dia.

1. Mengutuk keras terhadap tindakan pemerintah cina kepada umat muslim Uyghur di Xinjiang.

2. Mendesak pemerintah Cina untuk menghentikan tindakan pelanggran HAM berupa penindasan dan larangan kebebasan beragama minoritas islam Uyghur di Cina.

3. Menuntut pemerintah Cina agar menjamin dan melindungi hak muslim Uyghur untuk bebas dalam ber-ibadah dan menjalankan syariat agama islam yang merupakan bagian dari hak asasi manusia(HAM).

4. Menuntut kepada pemerintah indonesia harus mengambil sikap terhadap penindasan yang di lakukan oleh pemerintah cina kepada umat islam Uyghur.

5. Mengajak umat beragama di indonesia untuk memberikan tekanan kepada pemerintah cina agar segera di hentikan penindasan kepada minoritas Uyghur dalam hal kemedekaan beragama.

6. Jika pemerintah cina tidak segera mengakhiri penindasan kepada muslim Uyghur di Xinjiang .Maka kami HMI Cabang Blangpidie mendesak Kedubes Cina agar angkat kaki dari bumi Indonesia.

"Indonesia tidak ada tempat untuk negara penjahat kemanusian dan melanggar HAM." Tegas ketua HMI

(Arm)