Rabu, 8 April 2020 | 00:34 WIB

Bupati Tapteng, tBakhtiar Ahmad Sibarani, Gebrak Pariwisata Upaya Mengkikis Kemiskinan Di Tapteng

foto

 

Bakhtiar Ahmad Sibarani Bupati Tapanuli Tengah Gebrak Pariwisata Upaya Mengkikis Kemiskinan Di Tapanuli Tengah.

Trans Aktual (Tapteng)

Sungguh tak diduga kinerja Bakhtiar Ahmad Sibarani Bupati Tapanuli Tengah yang mencoba mengkikis kemiskinan Kabupaten Tapanuli Tengah  melalui program pembangunan pilihan yakni : 2. Kegiatan Prawisata di desa terpencil sehingga dapat diharapkan kemudian untuk mengangkat standarisasi penghidupan masyarakat sekitar perkapita akan segera dapat tercapai.

Tampaknya dari kinerja tersebut Bupati Tapanuli Tengah tidak suka rakyatnya selalu menderita di perdesaan yang berupaya keras menggebrak pembangunan di perdesaan  kiranya masyarakat sekitar dapat mencicipi hasil pembangunan tersebut disamping meningkatkan taraf hidup mereka, tampak terobosan yang diupayakan Bupati tersebut seperti : di Desa Muara Nauli Kecamatan Kolang, yang selama ini dikenal di Kabupaten Tapanuli Tengah Desa yang terisolir dan selama ini berlahan-lahan penduduknya yang berada di pesisir pantai berpindahan ke desa lain.

Desa Muara Nauli yang selama ini Bupati yang sebelumnya di Kabupaten Tapanuli Tengah seolah-olah tidak memberi perhatian terhadap desa tersebut, namun setelah Bakhtiar Ahmad Sibarani menjadi Bupati Tapanuli Tengah sepanjang jalan dari jalan Negara sampai ke Muara  Kolang Desa Muara Nauli kurang lebih 9 Km dalam  2 tahun anggaran dapat diselesaikan pengaspalan dengan hoxmit sehingga arus lalu lintas di desa tersebut jadi lancar.

Kini Muara Kolang sudah menjadi objek wisata yang dikunjungi ratusan bahkan ribuan orang setiap hari libur dimana masyarakat di daerah muara tersebut telah membuat kegiatan-kegiatan wisata yakni pondok-pondok untuk tempat peristirahatan pengunjung.

Kurang lebih 1 tahun ini para pengunjung wisata local telah berduyun-duyun ke desa tersebut untuk menikmati keindahan alamnya yang begitu aduhai, contohnya pantainya yang cermin serta bersih dan ombaknya yang kecil, dan di sore hari pada cuaca yang baik pantainya sangat menarik pengunjung wisata, hanya saja masyarakat disana masih mengharapkan Pemkab Tapanuli Tengah kiranya dapat membangun sarana dan prasarana lainnya di lokasi wisata tersebut agar para pengunjung semakin meningkat contohnya  kamar mandi masih belum ada dan tempat kamar penggantian pakaian.

Berikutnya pariwisata air terjun sipitu-pitu di Desa Saitnihuta Kalangan II Kecamatan Tukka  pada tahun 2019 Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Tengah telah membangun jalan sepanjang kurang lebih 1,8 Km menuju lokasi wisata serta dilanjuti dengan dana desa Saitnihuta Kalangan II TA 2019, demikian juga Dinas PU Jalan dan jembatan Kabupaten Tapanuli Tengah telah membangun jalan sepanjang kurang lebih 2 Km pada jalan Kabupaten menuju daerah wisata tersebut dan kabarnya TA 2020 ini akan juga dilanjuti  pelaksanaan pengaspalan jalan oleh Dinas TU Jalan dan Jembatan untuk menunjang  daerah wisata air terjun sipitu-pitu.

Wisata air terjun sipitu-pitu  bila dikelola Pemda Kabupaten Tapanuli Tengah secara sungguhan, masyarakat Desa Saitnihuta Kalangan II akan memperoleh  angin segar tentang peningkatan penghasilan masyarakat perkapita pertahun karena jalan yang selama ini sangat tidak boleh dilalui kendaraan roda empat mengingat kerusakan jalan yang tidak diperhatikan oleh Kepala Daerah sebelum Bakhtiar Ahmad Sibarani.

S. Kalangan II selama ini adalah dikenal desa terpencil dan terluar yang tampaknya seolah-olah dipelihara oleh Kepala Daerah sebelumnya namun setelah Bakhtiar Ahmad Sibarani  Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah beliau berani mencari terobosan baru dengan upaya pembangunan melalui program pembangunan pilihan yakni membuat desa tersebut  menjadi daerah  wisata. Sementara potensi desa tersebut  cukup banyak menunjang kehidupan masyarakat contohnya desa tersebut adalah penghasil durian, arak dan karet.

Saat  kegiatan wisata tersebut TA 2019 dilaksanakan dimana masyarakat desa S.Kalangan II sangat gembira, karena menurut mereka disamping dapat meningkatkan mata pencaharian mereka, juga akan terjadi peningkatan mutu pendidikan anak-anak mereka.

Menurut catatan penulis sejak TA 2001 Desa ini bagaikan yang dianaktirikan oleh Pemkab Tapanuli Tengah selain daripada dana desa yang diarahkan kesana selama ini dana dari dinas PU hanya merehabilitasi jalan 1 dan 2 Km sehingga  mengakibatkan jalan selama ini bagaikan kubangan kerbau.

Namun lain halnya Bupati Kab. Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani yang tidak punya embel-embel apapun. Namun tampaknya  beliau sangat jeli untuk melakukan pemerataan pembangunan serta mengupayakan mengkikis kemiskinan masyarakatnya di daerah-daerah terpencil.

Bila TA 2020 Dinas Jalan dan Jembatan dapat menyelesaikan jalan yang rusak selama ini Pemerintah Pusat akan menghemat anggarannya ratusan juta rupiah pertahun ke Kab. Tapanuli Tengah, yaknin dimana Tunjangan Khusus Guru pada 3 SDN dan 1 SMPN akan segera diputus tunjangan khususnya bila dinyatakan desa itu tidak terpencil lagi. (dp)

 

Pandan, 01 Februari 2020

Pengirim Berita

Daftar Pasaribu