Senin, 30 November 2020 | 12:16 WIB

Tidak Punya Ponsel Pintar, 38.000 Siswa SMA di Jabar Dapat Pinjaman Tablet untuk Belajar Daring

foto

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi. (Foto: Dok Humas Pemprov Jabar).

BANDUNG, www.transaktual.com

Sebanyak 38.000 siswa SMA sederajat di Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang tidak memiliki telepon pintar akan diberikan pinjaman gawai berupa tablet. Dinas Pendidikan (Disdik) berharap gawai itu bisa membantu mereka belajar daring selama pandemi Covid-19.

Kepala Disdik Pemprov Jabar Dedi Supandi mengatakan, puluhan ribu siswa tingkat SMA itu berasal dari keluarga prasejahtera. Selama ini, mereka kesulitan belajar jarak jauh karena tidak punya ponsel pintar.

"Tablet itu diharapkan membantu mereka dalam melaksanakan belajar daring yang diberlakukan karena adanya pandemi Covid-19. Itu ada 38.323 tablet yang selama ini digunakan pihak sekolah dan sementara tidak terpakai," kata Dedi Supandi di Bandung, Senin (31/9/2020).

Dedi mengatakan, tablet yang dipinjamkan itu bukan dari pengadaan baru. Selama ini, gawai itu sudah digunakan sejumlah sekolah untuk ujian siswa. Karena kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan selama pandemi Covid-19, tablet itu tidak digunakan. Disdik akhirnya menggagas agar tablet dipinjamkan kepada siswa kurang mampu untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Selama pandemi Covid-19 ini tidak ada salahnya kalau ada keluarga yang anaknya kesulitan mengikuti PJJ, maka kita pinjamkan saja. Pokoknya belajar anak jangan sampai terabaikan," ujar Dedi.

Disdik Jabar telah menghadiri peluncuran program penyerahan kuota dan peminjaman tablet di SMA Negeri 9 Kota Bandung, Senin (1/9/2020). Tidak semua sekolah mendapatkan pinjaman tablet tersebut karena program ini hanya pengalihan sementara.

"Program ini hanya ada di 13 cabang Dinas Pendidikan Jabar. Ada sekolah yang mendapat bantuan dari BOS (bantuan operasional sekolah) kinerja, kemudian oleh sekolahnya dibelikan tablet," katanya.

Disdik memastikan untuk bantuan internet, semua siswa kurang mampu tingkat SMA bisa mendapatkannya ketika sudah terdaftar di sekolah masing-masing. Di SMAN 9 Kota Bandung misalnya, ada 150 siswa yang akan mendapatkan bantuan tablet.

"Mereka pun bisa mendapat bantuan uang untuk pembelian kuota internet Rp150.000," ujarnya.


(M.Christina/transakt)