Senin, 25 Maret 2019 | 18:31 WIB

Monitoring Pelaksanaan Operasi Timbang Dan Pemberian Vit A di Posyandu Dinas Kesehatan Kab. Tapteng

foto

 

Monitoring Pelaksanaan Operasi Timbang Dan Pemberian Vitamin A di Posyandu Dinas Kesehatan Kab. Tapteng.

Tapteng Trans Aktual.

Pandan – Penimbangan merupakan langkah awal dalam kegiatan utama Program Perbaikan Gizi Anak. Hal ini sebagai upaya masyarakat dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan gizi terutama pada masa balita akan menyebabkan meningkatnya risiko kematian dan terganggunya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan. Dalam beberapa hal, dampak kekurangan gizi ini bersifat permanen, artinya tidak dapat disembuhkan meskipun pada usia selanjutnya kebutuhan gizinya terpenuhi.

Keberhasilan operasi timbang ini tidak terlepas dari partisipasi  masyarakat. Tingginya partisipasi masyarakat dapat terlihat pada perbandingan jumlah balita yang ditimbang dengan jumlah balita yang ada. Jika partisipasi bayi atau balita yang menimbang semakin tinggi, maka semakin banyak pula data yang menggambarkan status gizi balita.

Tinggi rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gizi, faktor ekonomi dan sosial budaya, serta sumber informasi.

Sebagai upaya deteksi dini tumbuh kembang balita, pada bulan Februari dan bulan Agustus 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinkes Kab. Tapteng) melaksanakan Kegiatan Operasi Timbang Dan Pemberian Vitamin A yang tersebar di 385 Posyandu dan PAUD di wilayah kerja Dinkes Kab. Tapteng.

Operasi timbang ini diikuti oleh seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Dinkes Kab. Tapteng dan apabila dalam bulan ini balitanya tidak hadir ke Posyandu maka harus dilakukan sweeping, yaitu dengan melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badannya di rumah balita tersebut.

“Kegiatan ini merupakan suatu upaya dari Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Bidang Kesehatan Masyarakat dalam upaya untuk menemukan kasus gizi  dan menangani sesegera mungkin kasus gizi yang ditemukan sehingga tidak terjadi keadaan gizi yang lebih buruk lagi,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi, Ernita Naibaho, S.Gizi di Dinkes Kab. Tapteng, Selasa (26/02/2017).

Lanjutnya, sumberdaya dan sarana pendukung operasi timbang dan pemberian Vitamin A ini antara lain Posyandu, kader kesehatan, tenaga kesehatan, timbangan dacin, timbangan bayi, timbangan injak, microtoa, lenght board, dan spanduk sebagai pemberi informasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi tidak lepas tangan untuk menyerahkan semua kegiatan ke masing-masing Posyandu, Petugas Kesga dan Gizi. Dinkes Kab. Tapteng melakukan pemantauan, melakukan monitoring dan menvalidaasi  hasil pengukuran dan penimbangan yang dilakukan oleh Kader Posyandu. Monitoring operasi timbang dan pemberian Vitamin A ini dilaksanakan oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Winda Darpianur, M,Kep,Sp. An dan Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Ernita Naibaho, S.Gizi, serta Staf Kesga dan Gizi.

Secara umum, pelaksanan Operasi Timbang dan pemberian Vitamin A berjalan cukup baik, akan tetapi ada beberapa hasil monitoring yang harus diperbaiki, antara lain pencatatan yang dilakukan oleh kader. Kader masih mengalami kesulitan dalam mengisi dan memasukkan data di buku register. Jadi sebelum dimasukkan ke buku register, kader masih menggunakan buku bantu berupa catatan-catatan kecil.

Dari aspek keterampilan, kader sudah cukup baik tetapi perlu peningkatan agar data hasil pengukuran lebih valid dan akurat. Secara keseluruhan, kader telah mengetahui tata cara atau langkah-langkah penimbangan akan tetapi ada beberapa kader Posyandu yang masih kurang terampil dalam menggunakan alat ukur, dikarenakan alat ukur (mikrotoa dan timbangan dacin) belum di nol kan terlebih dahulu.

“Posyandu pada umumnya telah menggunakan sistem 5 meja dengan mobiler yang lengkap, perlu tetap meningkatkan sistem pelayanan terutama pada meja nomor 4 (penyuluhan),” tutur Ernita Naibaho, S.Gizi.

HM.Htg/transakt