Minggu, 27 Mei 2018 | 17:04 WIB

Menpora optimistis Asian Games tetap berlangsung aman

foto

 

Menpora Imam Nahrawi (kiri), Ketua INASGOC Erick Thohir (kanan) dan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin menjawab pertanyaan wartawan seusai mengikuti rapat kerja persiapan Asian Games XVIII di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/4/2018).

Jakarta transaktual.com

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi optimistis penyelenggaraan Asian Games 2018 akan tetap berlangsung dengan aman menyusul kerusuhan di Markas Korps Brigadir Mobil Kepolisian RI pada Selasa malam (8/5).

"Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan Pimpinan Lembaga Sandi Negara juga ada dalam kepanitian Asian Games," kata Menpora setelah memberikan sambutan pelepasan siswa-siswa lulusan diklat SKO Ragunan di Jakarta, Jumat.

Menpora mengatakan pimpinan-pimpinan lembaga keamanan negara akan melakukan antisipasi jika ada ancaman terhadap penyelenggaraan Asian Games.

"Antisipasi sejak awal seperti perekaman wajah untuk mendeteksi pergerakan yang dicurigai. Negara tidak pernah takut dengan soal terorisme karena kita punya perangkat keamanan yang kuat," kata Menpora.

Menpora mengatakan siapapun yang berniat jahat terhadap penyelenggaraan Asian Games harus dipertanyakan status kewarganegaraannya. "Saat ini, pemusatan latihan sedang berjalan dan Panitia Asian Games juga masih berjuang. Jika ada peristiwa, biarlah itu ditangani Kapolri," ujar Menpora.

Sebelumnya, Kerusuhan terjadi di rutan Mako Brimob pada Selasa malam (8/5) yang diduga melibatkan narapidana kasus terorisme dan petugas Polisi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal menyatakan polisi sudah dapat mengendalikan kondisi setelah terjadi kerusuhan antara petugas dan tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) malam.

Presiden Joko Widodo menegaskan negara dan rakyat Indonesia tidak takut menghadapi tindak terorisme.

"Saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikitpun kepada terorisme dan juga upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara," kata Presiden Joko Widodo.

(ant/transaktual