Minggu, 27 Mei 2018 | 17:02 WIB

PM China Diagendakan Bertemu Jokowi, Bahas Jalur Sutera Maritim

foto

 

Perdana Menteri China, Li Keqiang. Perdana Menteri China, Li Keqiang.(STR / AFP) JAKARTA, transaktual.com.

transaktual.com

Perdana Menteri China Li Keqiang tiba di Jakarta pada Minggu (6/5/2018) sore untuk melakukan kunjungan resmi. Dilansir dari ANTARA, Perdana Menteri datang dengan pesawat khusus Pemerintah China dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 17.00 WIB. Menurut pantauan, pejabat dari Pemerintah Indonesia yang menyambut ketibaan PM Li adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun juga menyambut kedatangan Pm Li di bandara. Baca juga: Posisi Indonesia di Antara Jalur Sutera dan Potret Hegemoni China Sejumlah agenda yang rencananya dilakukan PM Li selama di Indonesia, yaitu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan serta mengunjungi Sekretariat ASEAN dan menghadiri KTT Bisnis Indonesia-China.

Saat kunjungannya di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Perdana Menteri Li akan menghadiri perayaan HUT Ke-15 hubungan kemitraan strategis China bersama ASEAN. Menurut ANTARA di Beijing, Li rencananya membahas tindak lanjut inisiatif Jalur Sutera Maritim Abad ke-21 atau "Belt and Road" bersama Indonesia. Baca juga: Hadiri OBOR di China, Jokowi Intip Peluang Jalur Sutera Modern Selain itu, PM China juga akan membahas proyek pembangunan jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung dan peningkatan hubungan kerja sama perdagangan Indonesia-China. Kunjungan Li ke Indonesia juga menandai lima tahun kemitraan strategis dan komperehensif Indonesia-China.

Beberapa waktu lalu, telah terjadi Kerja sama China dengan Kemenko PMK, yang merupakan kerangka hubungan bilateral di bidang sosial dan budaya.

Sat itu Presiden Jokowi tetap menyampaikan harapan soal peningkatan kerja sama Indonesia dengan China di masa mendatang. "Presiden menyinggung banyak hal. Mulai dari hubungan dagang, permintaan agar akses Indonesia ke China dalam hal perdagangan lebih besar. Misalnya untuk komoditas kelapa sawit. Selain itu harapan untuk peningkatan investasi (China di Indonesia). Intinya itu," ujar Retno Marsudi (Menlu....red).

Sementara itu Menko PMK Puan Maharani menambahkan, Indonesia dengan China menandatangani enam kesepakatan. Beberapa di antaranya di sektor kesejahteraan sosial, kepemudaan, kesehatan, peningkatan investasi dan pariwisata. "Karena memang Tiongkok (China) akan menginvestasikan 750 miliar dollar AS dalam lima tahun. Karena itu, sebagian kami harap bisa masuk ke Indonesia," ujar Puan.

(Kompas/transaktual)