Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:18 WIB

Gubernur Jawa Barat ; "Ada Dua Syarat Yang Harus Dipenuhi Untuk Kembali Bersekolah Tatap Muka"

foto

 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menggelar konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (3/8/20). (Foto: Aldien/Humas Jabar).

www.transaktual.com

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menegaskan kembali bahwa untuk bisa memulai kegiatan sekolah tatap muka di kelas setidaknya harus memenuhi 2 syarat utama. Hal itu ditegaskan Gubernur yang akrab disapa Kang Emil, usai rapat gugus tugas Jabar di Makodam III Siliwangi Bandung, Senin (3/7/2020).

"Yang pertama, sekolahnya harus berada di Kecamatan berzona hijau, yang kedua, sekolahnya harus sudah siap menjalankan protokol kesehatan dan skema pembelajaran" kata Kang Emil.

Protokol kesehatan yang dimaksud di antaranya adalah penyediaan fasilitas cuci tangan, dan skema pembelajaran adalah pembatasan kapasitas jumlah siswa

"Jadi harus dibatasi jumlah siswa menjadi setengah dari kapasitas. Makanya nanti ada yang sekolahnya Senin, Selasa, Rabu, lalu selanjutnya bergiliran" ujarnya.

Jika sekolah belum bisa melaksanakan protokol kesehatan dan skema pembelajaran yang disyaratkan, belum bisa melaksanakan sekolah tatap muka.

"Meskipun sekolahnya sudah berada di zona hijau, tetapi belum bisa memenuhi syarat itu, maka kita tidak akan mengizinkan menggelar sekolah tatap muka dahulu" papar Kang Emil.

Menurutnya dalam minggu-minggu ini sudah ada yang memulai sekolah tatap muka, oleh karena itu Dinas Pendidikan akan melakukan pemeriksaan dan memantau terhadap sekolah-sekolah untuk memulai sekolah tatap muka.

(humas/transakt)