Senin, 25 Maret 2019 | 18:31 WIB

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mangkir di persidangan kasus korupsi dana hibah Tasikmalaya

foto

 

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mangkir di persidangan kasus korupsi dana hibah Tasikmalaya.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mangkir di persidangan kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, ‎Senin (11/3/2019).

Kepastian ketidakhadiran mantan Bupati Tasikmalaya tersebut dibacakan jaksa penuntut umum, Andi Adika Wira. Uu tak bisa hadir karena harus menghadapi rapat di Jakarta.

"Ada surat resminya dari Pak Uu bahwa yang bersangkutan tidak bisa hadir karena menghadiri rapat terbatas sekaligus peresmian National Plastic Action Partnership Indonesia di Jakarta hari ini," ujar Andi.

Menanggapi hal tersebut, hakim menanyakan kepada 9 terdakwa, apakah perlu pengadilan menetapkan kembai pemanggilan Wagub Jabar ke persidangan untuk dimintai keterangannya. Hal tersebut terkait peran Uu dalam pengumpulan dana bansos tersebut.

"Kemarin kami sudah bikin penetapan pemanggilan Pak Uu tapi ternyata enggak bisa hadir. Saya tanya lagi, Pak Maman dan Pak Abdulkodir kan dipanggil langsung oleh Pak Uu (untuk dicarikan dana), kalau memang iya, kami tidak akan persulit persidangan, kami akan panggil lagi, apa betul keterangan terdakwa, makanya kami bertanya," ujar anggota majelis hakim, Darmiwirda.

Setelah berdiskusi, ke-9 terdakwa sepakat meminta hakim untuk kembali memanggil U untuk dihadirkan pada persidangan pekan depan. "Panggil sekali lagi yang mulia, jika tidak datang lagi, sidang dilanjutkan saja," ujar terdakwa Maman ‎Jamaludin, selaku Kabag Kesra Pemkab Tasikmalaya.

Hal senada dikatakan terdakwa Abdulkodir yang merupakan Sekda Kabupaten Tasikmalaya, yang ingin majelis hakim memanggil kembali Uu. "Betul Yang Mulia, kami ingin Pak Uu dipanggil lagi. Jika tidak hadir lagi, persidangan dilanjutkan," ujar Abdulkodir.

Pihak penasihat hukum para terdakwa pun menyayangkan ketidakhadiran Uu meski untuk kali kedua ini. Kuasa Hukum Abdulkodir, Bambang Rusmana SH pun meminta hakim menghadirkan Uu.

"Kami kan meminta menghadirkan beliau sebagai saksi yang meringankan sehingga perkara ini terang-benderang. Jika tidak hadir, kasusnya jadi tidak terang-benderang dan di sisi lain ketidakhadirannya sekaligus mengakui apa yang dikatakan para saksi dan terdakwa," ujar Bambang.

Menanggapi hal tersebut, jaksa pun segera melaksanakan penetapan hakim untuk memanggil Uu kembali. "Kami akan laksanakan penetapan hakim untuk kembali memanggil yang bersangkutan," ujar Jaksa Andi.

(transakt)