Selasa, 13 November 2018 | 14:04 WIB

Satuan Tugas Saber Pungli Beberkan Keluhan Nasabah, Dugaan Pungli di BJB

foto

 

Satuan Tugas Saber Pungli Beberkan Keluhan Nasabah, Dugaan Pungli di BJB.

www.transaktual.com

Satgas Saber Pungli menerima keluhan dari sejumlah nasabah Bank BJB terkait dengan dugaan pembekuan rekening mereka selama tiga bulan.

Sekretaris Satgas Saber Pungli, Irjen Pol Widiyanto Poesoko, mengatakan setelah dilakukan sejumlah mediasi, ternyata dugaan pungli di Bank BJB tersebut muncul karena ada salah pengertian dari nasabah.

"Jadi, belum semua masyarakat tahu kalau ada pungutan bank, lalu mereka mengatakan itu pungli," ujar Widiyanto saat ditemui seusai rapat Pertemuan Supervisi dan Koordinasi Tim Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukham RI dengan Jajaran Pemprov, di Gedung Sate, Kamis (25/10).

Sementara itu di sisi lain, kata dia, Bank BJB menyatakan hal yang dikeluhkan tersebut bukan pungutan, melainkan memang aturan bank yang telah disepakati bersama. Hal tersebut, katanya, belum tersosialisasikan maksimal.

"Dipikirnya nasabah pungutan bank itu pungli (pungutan liar) semua, padahal kan tidak. Itu sesuai kontrak dengan bank," katanya.

Total nilai tabungan nasabah ini, kata dia, ditaksir Rp 2,6 triliun. Widiyanto mengatakan gubernur akan membicarkan hal ini dalam waktu dekat untuk mengevaluasi dan menyelidiki hal tersebut.

"Jadi, kredit macet tabungannya diblokir, menurut nasabah begitu. Tapi justru kalau Bank BJB bilang itu simpanan buat nasabah," katanya.

Widiyanto menjelaskan, pihaknya menerima laporan dugaan pungli tersebut dari nasabah di 26 kabupaten kota.

"Kami sudah sampaikan ke Dirut BJB untuk selesaikan itu semua. Waktu rapat di Jakarta, bilangnya sanggup dua minggu. Selesai atau tidak, kita lihat. Kalau tidak, nanti gubernur bertindak," katanya.

Ditempat yang sama, Dirut Bank BJB, Ahmad Irfan, mengatakan rapat dengan Saber Pungli di Gedung Sate tersebut untuk membangun komunikasi dengan nasabah.

Bank BJB, katanya, menganggap para nasabah yang sebagian besar guru ini sebagai partner yang harus ditingkatkan komunikasinya komunikasi.

"Ya, dua minggu selesai. Pemblokiran rekening untuk menjaga apabila ada kredit macet, dan sebelumnya sudah ada kesepakatan," katanya.

Sementara menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, rapat ini tadinya dibuat untuk memperkenalkan tim Saber Pungli dengan gubernur baru. Ia, tak menduga ternyata membahas satu kasus.

"Saya enggak bisa memberikan pandangan teknis terkait kasus BJB ini. Jadi, ia minta waktu khusus. Kan secara umum saya baru minggu minggu menjabat," katanya.

(Sam/transakt)