Minggu, 5 April 2020 | 20:27 WIB

Reni Yasofa, Kepsek SMAN 18 Kota Bekasi : Saya Tahu Banyak Kepsek Tidak Ikut Ujian, Tapi Dilantik

foto

 

Reni Yasofa, Kepsek SMAN 18 Kota Bekasi : Saya Tahu Banyak Kepsek Tidak Ikut Ujian, Tapi Dilantik .

www.transaktual.com

Reni Yasofa Kepsek SMAN 18 Kota Bekasi menuding, banyak Kepsek SMAN di Kota Bekasi Dilantik menjadi Kepsek walau tidak lulus ketika dilakukan Seleksi Calon Kepsek. Tudingan ini disampaikan langsung oleh Reni Y kepada LSM Patriot Indonesia (PI) ketika berdialog berdua diruang Kepsek SMAN 18, lebih jauh dikatakan, “Gaa mungkin lah masalah sekecil ini diurusin Gubernur Jabar atau Kepala KCD wilayah 3” ujarnya kepada PI. Reni Yasofa diduga main mata dengan Kadisdik Kota Bekasi untuk memuluskan niat nya menjadi Kepsek. ketika 2016 belum lahir KCD.

Lebih jauh dikatan Reni Y,   apa wartawan sudah tidak ada kerjaan lain, " Kog masalah yg Sdh lama ditulis lagi sekarang ?", dijelaskan oleh PI, masalah KKN itu adalah perbuatan yang Sudah berlalu, jika belum terjadi, nama nya pendaftaran.

Dugaan Merugikan Keuangan Negara :

Reni Y diduga merugikan keuangan Negara, Karen telah melakukan Gratifikasi untuk memuluskan cara Memperoleh Jabatan Kepala Sekolah, Jika Reni Y masih tetap menjadi Guru biasa dengan Mapel Matematika tentu lebih kecil Gaji + Tunjangan yg diperoleh, selama menjadi Kepsek Krng lbh 4 thn.

Menurut M.Yusuf Pengamat Pendidikan di Jabar, dugaan Kerugian Negara hampir Rp 1 m, dan Sudah pantas Reni Y dihadapkan kemeja hijau serta dipecat dgn tidak hormat.

Reni Y yg terkenal dgn sebutan “Ratu Ngomel” di SMAN 18 banyak meninggalkan senior nya di SMAN 8, hampir semua senior merasa heran dengan dilantik nya Reni Y menjadi Kepsek SMAN 18, Waaah Sdh pasti main mata dgn atasan, ujar seorang Guru sebaya Reni Y.

(PI/transakt)