Kamis, 16 Agustus 2018 | 22:29 WIB

Pemkot Bandung Tegaskan Akan Larang Total Mobil Toko Yang Nangkring di Jalanan

foto

 

Pemkot Bandung Tegaskan Akan Larang Total Mobil Toko Yang Nangkring di Jalanan.

www.transaktual.com

Pemerintah Kota Bandung akan melarang total aktivitas mobil toko atau moko yang biasa parkir dsepanjamg Jalan Diponegoro dan Jalan Supratman. Pemkot Bandung menyiapkan operasi gabungan yang diikuti berbagai unsur untuk menghalau aktivitas yang dianggap melanggar itu.

Selain itu, Pemkot Bandung menilai, aktivitas jualan mereka di badan jalan telah mengganggu lalu lintas dan estetika jalan raya di Kota Bandung. 

Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, menegaskan dalam undang-undang tentang jalan, fungsi jalan itu tidak lain untuk lalu lintas, maka tidak ada yang boleh mengganggu. Hal sama seperti sungai sebagai tempat lalu lintas air. Jika banyak sampah, akan menyebabkan banjir. 

“Jangankan PKL moko yang di badan jalan, yang di trotoar pun sedang dibereskan. Maka saya minta semua pihak yang ada di Kota Bandung untuk memahami bahwa peraturan ada untuk ditaati bukan untuk dilanggar,” ungkapnya selepas rapat Satgasus PKL di ruang rapat Wakil Wali Kota Bandung, Balai Kota Bandung, Kamis (2/8/2018).

Lebih lanjut Oded menyampaikan, Pemkot Bandung bukan tidak memahami bahwa para pedagang moko sama-sama mencari nafkah. Tetapi semua harus mengikuti aturan yang ada.

“Sejak awal, kami tegas akan menertibkan moko. Kalau semua melanggar, kemudian meminta justifikasi dan ruang lokalisasi akan ada banyak lagi pelanggaran di Kota Bandung. Dalam lima tahun kami menertibkan PKL, masih belum selesai. Untuk itu kami mengajak semua pihak untuk sama-sama menegakkan aturan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Paguyuban Moko Diponegoro, Soni meminta kebijaksanaan Pemkot Bandung. Kalau memungkinkan, pihaknya ingin ada kelonggaran waktu operasional. Misalkan diperbolehkan untuk berjualan malam hari atau di luar jam kerja. 

“Kami menyadari kalau berjualan di badan jalan itu melanggar aturan. Tapi sejak kami membuat paguyuban sudah banyak hal positif yang dilakukan seperti bakti sosial atau yang lainnya. Untuk itu, kami mohon kebijaksanaan dari pemerintah karena kami tidak mencari hal negatif. Aktivitas kami terlihat kreativitas warga Kota Bandung,” tuturnya. 

(transakt)