Selasa, 13 November 2018 | 13:33 WIB

Tindak Pidana Pencucian Uang Oplosan Miras Di Wilayah Kabupaten Bandung

foto

 

Tindak Pidana Pencucian Uang Oplosan Miras Di Wilayah Kabupaten Bandung.

Bandung, www.transaktual.com 

Dimulai dari bulan Desember 2010 sampai dengan Maret 2018, telah terjadi tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka Sansudin Simbolon dengan istrinya, Hamcia Manik, di Jalan By Pass Kampung Bojong Asih Rt.03/08 Desa Cicalengka Wetan Kecamatan Cicalengka, Kab. Bandung.

Yaitu menggunakan uang hasil kejahatan penjualan minuman keras yang membahayakan kesehatan dan mengakibatkan korban meninggal dunia dari periode 2010 – 2018, adapun hasilnya digunakan untuk pembangunan rumah mewah, pembelian tanah dan bangunan, pembelian lahan kelapa sawit, serta pembelian kendaraan bermotor dan mobil.

Modus yang dilakukan oleh para tersangka dengan memproduksi minuman keras oplosan sebanyak 250 liter dalam sehari atau 416 botol minuman ukuran 600ml.

Dengan modal per botol Rp. 6500 dijual dengan harga Rp.20.000, tersangka memperoleh keuntungan Rp.13.500, sehingga dalam satu hari memperoleh keuntungan sebesar Rp. 5.616.000, total keuntungan dalam satu bulan bisa mencapai Rp. 168.480.000,- (Seratus Enam Puluh Delapan Juta Empat Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah).

Barang bukti yang diamankan dari para tersangka adalah 5 (Lima) lembar print out histori kepemilikan kendaraan pajak progresif atas nama Sansudin Simbolon, uang tunai kurang lebih sebesar 65 juta, sebidang tanah dan bangunan dengan, sertifikat hak milik No.218, luas 224 m2, surat ukur No.00005/2003 Desa Cicalengka Wetan Kecamatan Cicalengka Kab. Bandung dan Sertifikat hak milik No.219, luas 56 m2, surat ukur 00006/2003 dan persil No.87 Blok Kebon Suuk Kohir No 101/573 seluas 336 m2.

Selanjutnya sebidang tanah dan bangunan berupa toko seluas 210 m2, AJB No.398-2002 terletak di Jalan Raya By Pass Rt.05/08 Desa Cicalengka Wetan Kab. Bandung.

Sebidang tanah dan bangunan dengan sertifikat hak milik No.00005 luas 292 m2, sebidang tanah terletak di Blok Jangkung Persil 98 Kelas D V Kohir 2075 dengan luas 2184 m2, dan terakhir sebidang tanah terletak di Persil 23 D III Kohir No.1204 dengan luas 2285 m2.

Pasal yang dikenakan kepada tersangka adalah Dugaan tindak pidana setiap orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahui atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana dengan tindak pidana asal menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Undang Undang No.8 Tahun 2010 Tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pasal 204 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.

(Purwadhi/Kabidhumas Polda Jabar/transakt).