Senin, 16 Juli 2018 | 03:55 WIB

Ombudsman Jabar Soroti Jual Beli Kursi Murid

foto

 

Ombudsman Jabar Soroti Jual Beli Kursi Murid.

www.transaktual.com

Kali ini Ombudsman RI perwakilan Jawa Barat melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan penerimaan peserta didik (PPDB) tahun 2018 dibeberapa kabupaten/kota, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA/sederajat. Menurut Ombudsman, sebelumnya pemerintah melalui Permendikbud nomor 14 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru pada TK, SD, SMP, SMA/SMK atau bentuk lain yang sederajat.

“Dengan regulasi ini pemerintah bertujuan agar PPDB 2018 berjalan secara obyektif, transfaran, akuntabel, nondiskriminatif dan berkeadilan,” jelas kepala Perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto kepada awak media di kantorya jl. Kebon waru utara nomor 1 Bandung, (2/7).

Lanjut Ombudsman membeberkan “Pada tahun 2016-2017, Ombudsman masih menemukan adanya praktek jual beli kursi murid di sekolah favorite, dan masih ada sponshorshif, daftar sekolah menggunakan calo, dan modus operan dan lainnya,” bebernya.

Menurut Haneda, Ombudsman berharap untuk tahun ini tidak terjadi lagi jual beli kursi, karena ini ranahnya bisa pidana dan berharap tim Saber Pungli juga mulai aktif dan saya kira mereka sudah memiliki strategi dan juga programnya agar praktek-praktek jual beli kursi murid ini tidak terjadi.

“Yang rawan jual beli kursi murid ini biasanya ada di sekolah-sekolah favorite, nah investigasi kami pada 2016-2017 ini karena ada kursi yang kosong di beberapa sekolah favorite, nah kemudian itu celah masuk yang dipake,” tegasnya.

 

(transakt)