Selasa, 18 Sepember 2018 | 22:04 WIB

Disdik Jabar Lakukan Uji Publik PPDB Draft Juknis

foto

Disdik Jabar Lakukan Uji Publik PPDB Draft Juknis.

Transaktual.com

Dinas Pendidikan Jawa Barat melaksanakan Uji Publik Draft Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru SMA, SMK, SMALB Tahun Ajaran 2018/2019 di Grand Hani Hotel, Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Senin, 16 April 2018. Kegiatan uji publik PPDB  ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam. 

Firman Adam mengatakan, uji publik ini dilaksanakan dalam rangka penyempurnaan teknis dari aturan PPDB. Hal ini dianggap penting, karena PPDB merupakan pelayanan dasar dan wajib yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Jawa Barat. "Agar pelaksanaan PPDB menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Prinsipnya kita akan menampung semua masukan dalam rangka perbaikan," ujar Fiman Adam. 

Potensi calon siswa pada PPDB SMA/SMK tahun ajaran 2018/2019 mencapai 846.769 siswa. Untuk menghadapi hal tersebut, Firman Adam mengatakan aturan yang nantinya terbit berupa Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB akan dibuat secara mendetail. "Ada dua hal yang dibahas yaitu, membahas peraturan gubernur dan rancangan petunjuk teknis yang akan diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Jabar," jelas Firman Adam. 

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. 

Kepala Bidang Pendidikan Mengengah Kejuruan, Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan, sesuai dengan Peraturan menteri tersebut, PPDB ada untuk mendorong para siswa agar bisa bersekolah. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi seluruh anak agar bisa sekolah. 

“Kita mendorong semua siswa yang 800 ribuan tadi untuk masuk ke seluruh sekolah,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Mengengah Kejuruan, Dodin Rusmin Nuryadin.

(transaktual)