Senin, 30 November 2020 | 12:01 WIB

Pasar Wage kabupaten Banyumas Kebakaran

foto

 

Pasar Wage kabupaten Banyumas Kebakaran.

Banyumas-www.transaktual.com

Pasar Wage kabupaten Banyumas kebakaran pukul 03:00 wib.Dari Pantauan TransAktual Saat ini sudah ada dua  puluh mobil pemadam kebakaran, tangki air bersih BPBD Kabupaten Banyumas sedang memadamkan api yang berada di pasar wage.

Untuk lalulintas ditutup oleh Satlantas Polresta Banyumas.untuk kerugian belum bisa dihitung kerugian akibat kebakaran yang terjadi di pasar Wage. 

Sekretaris Dinperindag Kabupaten Banyumas Erniyati Indriastuti mengatakan berdasarkan informasi dari petugas keamanan Pasar Wage, api pertama kali diketahui muncul dari Blok B lantai bawah sebelah selatan.

Menurut dia, petugas keamanan telah berupaya memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) namun kobakaran api terus membesar.

"Petugas keamanan mencoba menghubungi Damkar namun tidak tersambung, sehingga salah seorang berangkat ke kantor Damkar. Di tengah jalan ternyata sudah ada mobil Damkar yang akan datang ke sini," katanya.

Hingga berita ini diturunkan pada pukul 07.00 WIB, petugas Damkar masih berupaya memadamkan api yang di Blok B Pasar Wage Purwokerto - Banyumas.

Isak Tangis Pedagang Menyayat saat Pasar Terbesar di Banyumas Terbakar.

Puluhan kios dan ratusan lapak pedagang di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah terbakar hebat Senin (21/9/2020) sekitar pukul 3 pagi.

Api yang berasal dari kios pedagang di lantai satu ini langsung menyambar ke kios lainya hingga lapak pedagang di lantai dua. Delapan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.  Namun banyaknya bahan yang mudah terbakar membuat petugas kesulitan sementara kepanikan pedagang saat mengevakuasi barang daganganya mereka menangisi dagangannya yang ludes terbakar.

“Saya terkejut saat hendak membuka kios sekitar pukul 5 pagi, kios kami sudah terbakar. Kios ini merupakan warisan orang tua dan untuk menyambung hidup sehari-hari,” terang Warsiti. 

Warsiti datang ke pasar bersama Asih anak perempuannya. Keduanya tak henti-hentinya tangis melihat kondisi kios mereka yang dilalap Si Jago Merah.

Kepanikan pedagang terjadi saat mereka mengetahui kios dan lapak dagangannya terbakar. Mereka berusaha menyelamatkan barang dagangnya ke tempat yang lebih aman. Bahkan beberapa pedagang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun kobaran api yang cukup besar membuat pedagang kesulitan untuk memadamkanya.

Sementara para pedagang yang kiosnya ludes hanya bisa pasrah. Bahkan mereka tak kuasa menahan tangis akibat barang daganganya tak bisa diselamatkan padahal selama ini hanya dagangan inilah yang menjadi sumber mata pencahariannya.

Diki/transaktual.