Senin, 25 Maret 2019 | 18:31 WIB

Pengelolaan Kegiatan Akomodasi dan Konsumsi PSMK Disdik Jabar Tertutup Untuk Publik

foto

 

Pengelolaan Kegiatan Akomodasi dan Konsumsi PSMK Disdik Jabar Tertutup Untuk Publik.

www.transaktual.com

Pendidikan Siswa Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menuai sorotan terkait penyelenggaraan berbagai kegiatan akomodasi dan konsumsi yang di selenggarakan di berbagai Hotel.

Tertutupnya akses publik untuk semua kegiatan akomodasi dan konsumsi di PSMK Disdik Jabar, TA 2018 yang mendapat kucuran dana dari APBD dan APBN TA 2018 mendapan sorotan keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat, Generasi Penggerak Anak Bangsa (GPAB).

Menurut Ketua Umum GPAB, Elfin S.BE, sudah bukan jamannya lagi, untuk semua OPD di Jawa Barat menutupi anggaran pemerintah khususnya di Disdik Jabar, ini sudah jaman transparansi publik semua harus terbuka, justru kalau ditutup-tutupi masyarakat akan curiga ada dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan/proyek tersebut, tegas, Elfin.

Kegiatan akomodasi dan konsumsi baik itu anggaran APBD maupun APBN, yang di selenggarakan di Hotel sudah menjadi rahasia umum sarat dengan dugaan gratifikasi/suap karna ada kelebihan anggaran disana, atau lebih di kenal dengan sebutan uang cashback, dan uang cashback tersebut tidak menjadi masalah kalau saja kelebihan uang anggaran tersebut di kembalikan ke kas negara/pemerintah, akan tetapi yang menjadi masalah apabila uang tersebut justru dinikmati oleh segelintir oknum  pengelola kegiatan, itu sebabnya kegiatan akomodasi dan kosumsi tertutup imformasinya untuk publik, ujar Elfin menegaskan.

Hal inilah yang menjadi bahan konfirmasi LSM GPAB kepada Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi melalui Sub Bidang PSMK Disdik Jabar dengan surat bernomor 209/Klarifikasi/DPP-GPAB/XI/2018,  namun sangat di sayangkan pihak pengelola anggaran serta panitia pengelola kegiatan belum memberikan tanggapan, kenapa mereka harus risih dan takut untuk memberikan tanggapan kalau semua kegiatan akomodasi dan konsumsi berjalan sesuai peruntukanya, padahal apa yang di konfirmasi LSM GPAB, sangat normatif seperti apa nama-nama Hotel tempat semua kegiatan akomodasi dan konsumsi tersebut di laksanakan, apakah setiap kegiatan ada kelebihan anggaran, di kemanakan aggaran tersebut, cuma itu aja yang kami pertanyakan, kata Elfin.

Adapun beberapa kegiatan akomodasi dan konsumsi TA.2018 yang menjadi bahan konfirmasi LSM GPAB salah satunya adalah sebagai berikut :

  1. Kegiatan Workshop Pengendalian mutu Sekolah Menengah Terbuka dan SMK PJJ bagi kepala sekolah 788 OH APBD TA 2018  Belanja Sewa Gedung/ Kamar. Lokasi Kota Bandung.
  2. Kegiatan Workshop Penguatan Pengendalian Smater dan SMK bagi Manager 848 OH. APBD TA 2018  Belanja Makan dan Minum. Lokasi Kota Bandung.
  3. Kegiatan Workshop Penguatan Pengendalian mutu Sekolah Menengah Terbuka dan SMK PJJ bagi Manager 799 OH APBD TA 2018 Belanja Gedung/Kamar.Lokasi Kota Bandung.
  4. Kegiatan Workshop Penguatan Pengendalian Mutu Smater dan SMK PJJ bagi Pengawas 300 OH APBD 2018 Belanja Makan dan Minum. Lokasi Kota Bandung
  5. Kegiatan Workshop Pengendalian Mutu Sekolah Menengah Terbuka dan SMK PJJ bagi Pengawas 326 OH APBD TA. 2018 Belanja Gedung/Kamar. Lokasi Kota Bandung.
  6. Kegiatan Workshop Penguatan Pengendalian Mutu Smater dan SMK PJJ bagi Kepala Sekolah 848 OH APBD TA 2018 Belanja Makan dan Minum. Lokasi Kota Bandung. Serta beberapa Kegiatan Akomodasi dari Anggaran APBN Tahun 2018.

"Kami pernah demo besar di Disdik Jabar terkait dugaan tindak pidana korupsi pada Tahun lalu, apakah Tahun ini, dan seterusnya kami harus demo dan demo lagi," pungkas Ketua Umum GPAB  

(rs/transakt)