Sabtu, 15 Desember 2018 | 06:25 WIB

Ahli Waris Adikusumah Bertahan Duduki Kantor Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jabar

foto

 

Ahli Waris Adikusumah Bertahan Duduki Kantor Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jabar.

www.transaktual.com

Ahli waris Adikusumah dan ormas hingga Selasa, 2 Oktober 2018 masih tetap bertahan menduduki dan melakukan penyegelan di Kantor Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jabar di Jalan Djuanda Bandung. Sementara pihak pemprov dan pihak ahli waris melakukan mediasi secara tertutup di Kantor Garnisun.

Berdasarkan pantauan, beberapa orang ahli waris dan juga ormas terlihat masih berada di Kantor Disnak Jabar, mereka mendirikan tenda di halaman kantor tersebut. Terlihat sebagian berada di tenda yang berukuran besar itu tiduran didalam tenda.

Sebagian lagi terlihat duduk. Sementara itu beberapa ormas terlihat berada di luar dan juga dihalaman gedung bahkan mereka juga berada di sekitaran pos keamanan.

“Tidak hanya tenda ini aja Pak, di dalam juga di halaman gedung belakang, mereka mendirikan tenda, “ ujar salah seorang petugas keamanan Disnak Pemprov Jabar, Pepi.

Selain ormas, polisi pun berada di halaman sekitar gedung mereka berjaga di pintu utama gedung dan juga di pos satuan pengamanan.

Meski begitu aktivitas pegawai Disnak terlihat sudah normal, mereka memasuki gedung melalui pintu samping. “Sudah normal lagi pa kalau pegawai mah. Hanya saja dari pihak ahli waris masih tetap disini ,” ujarnya.

Ahli waris sendiri memang untuk memperlihatkan eksistensinya memasang baligo besar yang berisikan tanah tersebut milik ahli waris. Begitu juga beberapa spanduk juga terlihat yang isinya mengenai status tanah dan juga hasil dan salinan putusan pengadilan yang memenangkan pihak ahli waris.

Mediasi.

Menanggapi permasalahan tersebut, Pemprov Jabar bersama penasehat hukum, ahli waris dan ormas melakukan pertemuan tertutup untuk melakukan mediasi mencari solusi penyelesaian kasus tanah Disnak ini. “Kami memang sudah melakukan rapat bersama pihak Pemrov. Jabar namun hingga rapat selesai tidak ada satu pun keputusan, tetap aja ngambang,” ujar Penasehat Hukum Ahli Waris, Musa Darwin Pane.

Menurut Darwin, seharusnya rapat dilakukan dengan Gubernur Jabar karena dia adalah penentu kebijakan dan keputusan. “Kalau yang hadir anak buahnya, sampai kapan pun tidak akan selesai selesai,” ujarnya.

Menurut Darwin, pihaknya telah memberikan dua opsi usulan kepada pihak Pemprov Jabar yakni segera kosongkan gedung tersebut karena berdasarkan putusan tanah tersebut milik ahli waris. Jika tidak, maka Pemprov Jabar harus segera memberikan ganti rugi atas tanah tersebut.

“Kalau memang tidak mau keluar atau tidak mau dikuasai kami ya segera bayar, karena itu hak ahli waris,” ujarnya.

Seperti diketahui, ormas dan ahli waris sejak Minggu, 30 September 2018,  menduduki kantor dan melakukan penyegelan. Akibatnya para ASN yang hendak memasuki gedung sempat tertahan di luar.

Upaya menduduki dan penyegelan oleh ahli waris Adikusumah dan ormas itu dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan lanjutan eksekusi pengosongan yang telah dilaksanakan PN Bandung, 2 juni 2016 lalu. Atas hal itu Pemprov Jabar telah melaporkannya kepada aparat berwajib.

(transaktual)