Rabu, 24 Oktober 2018 | 06:09 WIB

Tidak Tebang Pilih, Demi Tegaknya Hukum, Tangkap Para Penyuap Mantan Bupati KBB

foto

 

Demi Tegaknya Hukum, Tangkap Para Penyuap Mantan Bupati KBB.

BANDUNG – www.transaktual.com

Demi tegaknya hukum setidaknya di Jawa Barat, KPK harus menangkap dan mengadili para Kepala Dinas KBB (Kabupaten Bandung Barat) yang sudah jelas terlibat  memberikan sejumlah uang kepada mantan Bupati, Abubakar, Dkk. Jangan tebang pilih, tangkap semua agar Jawa Barat bersih dari perbuatan tercela yang namanya korupsi.

Seharusnya KPK langsung menangkap mereka setelah 15 orang Kadis yang terbukti memberikan uang melalui Weti Lembanawati dan Adyoto. Dari 4 (empat) surat dakwaan sudah terang benderang keterlibatannya. Jangan cuma mengadili Asep Hikayat yang terbukti memberikan uang kepada Abubakar karena tidak ada bedanya antara Asep Hikayat dengan 15 orang tersebut, cuma masalah jumlah uangnya yang berbeda. 

Demikian dipaparkan Asep Irwan (04/10/2018). Menurut Ketua Lsm JBT (Jabar Transparan) itu, Penegak hukum jangan berlaku diskriminatif, membeda - bedakan, semua sama di depan hukum kalau serius ingin menegakkan hukum. KPK salah satu lembaga yang saat ini masih dipercaya dan menjadi andalan masyarakat pencari keadilan untuk mengungkap secara keseluruhan kasus - kasus di instansi KBB. Kami yakin bahwa masih banyak kasus yang belum terungkap. Jangan sampai dunia peradilan kita pindah menjadi peradilan jalanan akibat adanya pembiaran - pembiaran, yang bisa menjurus anarkhis, kata pegiat anti korupsi yang sering melakukan unjuk rasa itu.

Penyidik harus mengungkap dari mana sumber uang para Penyuap itu. Kami ragu kalau sumbernya berasal dari kantong pribadi, dari istri atau pinjaman seperti yang terungkap di persidangan. "Sungguh berani mereka mengatakan uangnya bersumber dari uang pribadi padahal mereka disumpah sebelum memberi keterangan. Ini harus disikapi Jaksa sebagai Penuntut Umum, apakah mereka telah berbohong atau berkata jujur," tegasnya. 

Adanya informasi yang menduga bahwa jatah untuk mantan Bupati KBB dari hampir semua kegiatan dipotong antara 20 % - 25 % diperoleh dari hampir semua kegiatan proyek baik fisik maupun pengadaan seperti dimuat indofakta harus ditelusuri kebenarannya oleh APH. 

Singkatnya adili para penyuap yang diduga dilakukan oleh : Ludi Awaludin/Kadis Komunikasi, Informatika dan Statistik KBB, memberi uang Rp 60 juta;  Ade Komarudin/Kadishub KBB Rp50 juta; Yazid Azhar/Kepala Inspektorat KBB, Rp50 juta ; Undang Husni Thamrin/Kadis Perikanan dan Peternakan KBB, Rp50 juta; 5. Apung Hidayat Purwoko/Kadis LH KBB ; Rp45 juta ; Iing Solihin/Kadisnakertrans KBB, Rp10 juta; Ade Zakir Hasim Kadis PMPTSP KBB, Rp50 juta; 8. Ade Wahidin/Kadis Koperasi dan UMKM KBB, Rp60 juta ; Sri Dustirawati/Kadis Budpar KBB, Rp65 juta; Ida Nurhamida/Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB Rp65 juta; Anugrah/Kadis PUPR KBB, Rp50 juta ( tidak diakui di persidangan) ; Asep Sodikin/Kepala BPKD KBB Rp65 juta; Imam Santoso Mulyo Raharjo/Kadisdik KBB, Rp50 juta; Adyoto, Rp40 juta; Hernawan Widjajanto/Kadis Kesehatan KBB, Rp50 juta dan Asep Hikayat Rp110 juta. Kami tunggu langkah KPK untuk menindaknya, pungkas Asep Irwan.

(Y CHS/transakt).