Senin, 16 Juli 2018 | 03:38 WIB

Pangdam III/Siliwangi Diberi Gelar Bapak Seni Dan Budaya

foto

 

Pangdam III/Siliwangi Diberi Gelar Bapak Seni Dan Budaya.

Pangdam III/Siliwangi Diberi Gelar Bapak Seni Dan Budaya

Jelekong Kab. Bandung, www.transaktual.com 

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han), kunjungi Sanggar Seni Lukis Dwi Matra di RT. 07 RW. 01 Kecamatan Jelekong Kabupaten Bandung, Senin (2/7).

Silaturahmi Pangdam ke Sanggar Seni Lukis Dwi Matra didampingi oleh Aster Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Adri dengan tujuan untuk mengetahui lebih dekat tentang proses dan tahapan - tahapan seorang seniman dalam menyelesaiakan satu lukisan.

Disanggar seni lukis tersebut Pangdam disambut oleh pemilik Sanggar Seni Lukis Dwi Matra H. Asep Sancang serta 20 orang anggota sanggar Seni Lukis lainnya. Tampak hadir ditempat tersebut Dandim 0609/Kab. Bandung Letkol Arh A. Andre Wira Kurniawan, Kapolres Kabupaten Bandung AKBP Indra Hermawan, Asda Pemkab Bandung Yudi Haryanto. Selain
itu hadir juga Danramil Ciparay, Kapolsek Baleendah, Kabid Pengembangan Destinasi Disparbud Kab. Bandung, Camat Baleendah dan tamu lainnya.

Disanggar Seni Lukis Dwi Matra dengan semangat dan tidak ragu - ragu terkena cat Pangdam III/Siliwangi menorehkan kuas dikanvas ikut melukis bersama - sama pelukis lainnya.

H. Asep Sancang menyampaikan, " kedatangan Pangdam III/Siliwangi tidak disangka - sangka, warga Jelekong merasa bangga atas kunjungan Pangdam tersebut ".

Diceritakannya," Pelukis Jelekong sejak 1979 berangkat ke Jakarta dan pulang hanya melukis pemandangan saja, kemudian pelukis berkembang menjadi 800 orang dan sekarang yang aktif hanya 600 orang ".

" Untuk pemasaran lukisan di Bandung di Braga serta Jakarta juga berkembang sampai ke Arab Saudi dan sekarang pelukis Jelekong bisa mengikuti perkembangan sesuai dengan pesanan ", jelasnya.

Ditempat yang sama Asda Pemkab. Bandung menjelaskan , " Untuk sarana dan prasarana masih bisa dikembangkan tetapi untuk pembinaan kesulitan dalam hal pemasaran, selama ini pemasaran baru ke Bali dan Malaysia serta pengembangan kesenian terkendala masalah pemasaran lukisan dan pengrajin wayang ".

Pada kesempatan tersebut Pangdam sampaikan, " rasa terima kasih kepada para seniman untuk waktunya dan mengapresiasi adanya Desa Wisata Jelekong yang terkenal lukisannya dan merupakan suatu kebanggaan disambut oleh warga Jelekong".

" Dengan adanya potensi wisata budaya ini, tinggal memelihara saja dan dapat dijadikan kekuatan untuk kesejahteraan masyarakatnya sehingga menjadi kekuatan Hankam ", tuturnya.

" Meskipun pernah tinggal di Baleendah saya tidak tahu kalau desa ini ada Desa Wisata dan sekarang baru tahu ada pengrajin lukisan ", ungkapnya.

" Bandung tempat wisata kenapa hasil lukisan dijual di Bali, namun demikian mari kita angkat Jelekong ini melalui perwakilan yang ada di Bali selain itu mari kita buat kios - kios kecil ditempat wisata yang ada di Bandung ", imbuhnya.

Pangdam juga jelaskan, " cara mudah untuk pemasaran dengan membuat katalog lukisan diinternet disertakan nama pelukis dan harganya ".

" Yang harus kita lakukan dijaman sekarang yang moderen ini adalah informasikan karya kita keluar jangan hanya karya kita terkenal saat kita sudah meninggal ", ujarnya.

Saya yakin dan percaya, tanpa ada petunjuk dalam pikirannya tidak dapat menuangkan kelukisan, untuk itu kita harus baca dari diri sendiri, teman kita sehingga akan muncul peluang untuk kita.

Akhirnya Pangdam tegaskan, " Kenali diri sendiri dan gali terus potensi yang ada di dalam diri untuk menambah kreatifitas seni serta bakat pada masyarakat terutama seniman di Jelekong ".

Selanjutnya Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) menerima penghargaan sebagai bapak Seni dan Budaya dari Original Rekor Indonesia bapak Agung Elfianto.

(Purwadhi/Pendam III Siliwangi/transakt).