Senin, 16 Juli 2018 | 03:51 WIB

Paslon Ridwan Kamil -Uu Raup Suara di Sebagian Besar Wilayah Jawa Barat

foto

 

Paslon Ridwan Kamil -Uu Raup Suara di Sebagian Besar Wilayah Jawa Barat.

www.transaktual.com 

Pasangan Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018 versi hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei. Direktur Riset Indikator Politik Indonesia Adam Kamil mengungkapkan, Emil-Uu unggul di sebagian wilayah Jawa Barat. Misalnya di Kota Bogor, Cianjur, Bandung Barat, Bandung, Garut, Kota Cimahi, Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya Kota Ciamis, Kota Banjar, Kuningan, Cirebon, Indramayu. Berbeda dengan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang hanya unggul di wilayah Kabupaten/Kota Sukabumi, Bogor, Kota Depok, Kabupaten/Kota Bekasi, Kota Tasikmalaya.

"(Pasangan) Rindu itu unggul di sebagian besar wilayah Jabar. Sementara Asyik unggul di wilayah sekitar bagian barat Jabar, Priangan Barat," ujar Adam di kantornya, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Ridwan Kamil-Uu Unggul Sedangkan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi unggul di wilayah Karawang, Purwakarta, Subang. Adapun wilayah tersebut merupakan basis suara Dedi Mulyadi. "Sebelumnya kami prediksi Deddy Mizwar punya basis di wilayah Bekasi, ternyata hasil quick count ini dikuasai oleh pasangan Asyik," kata Adam.

"Di wilayah Kuningan juga sebelumnya diprediksi akan dikuasai Dua DM tapi kemudian berhasil dikuasai oleh Ridwan Kamil dan UU," tuturnya. Sedangkan pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan hanya unggul di dua wilayah yakni Majalengka, Pangandaran. Sebelumnya, berdasarkan data quick count Indikator Politik Indikator yang masuk 100 persen, pasangan Emil-UU yang didukung PPP, PKB, Partai Nasdem, Partai Hanura memperoleh suara 34,33 persen. "Kesimpulan quick count di Jabar, pasangan Rindu unggul dan memenangkan Pilkada Jabar," ujar peneliti senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida di kantornya, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Kemudian pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang didukung Gerindra, PKS dan PAN memperoleh suara 29,28 persen. Lalu, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang didukung Demokrat dan Golkar memperoleh suara 24,92 persen.

Sedangkan pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan yang didukung PDI-P memperoleh suara 11,47 persen. Indikator Politik Indonesia mengambil 300 sampel TPS. Adapun margin of error kurang lebih 1,02 persen, dengan partisipasi pemilih 64,85 persen. Angka ini bukan hasil penghitungan resmi. KPU akan melakukan rekapitulasi hasil suara hingga 9 Juli 2018. Hasil penghitungan resmi akan diumumkan KPU setelah rekapitulasi selesai.

(kompas.com/transakt)