Minggu, 24 Juni 2018 | 04:12 WIB

Sidang Ditunda, Kejaksaan Belum Siap Tuntut George Gunawan Perkara Tipikor di PN Bandung

foto

 

Kejaksaan Belum Siap Tuntut George Gunawan Perkara Tipikor di PN Bandung.

Transaktual.com

Kejaksaan hingga kini belum menuntut terdakwa George Gunawan (61). Dari pantauan di Pengadilan Tipikor Bandung (23/5/2018), Kejaksaan melalui JPU (Jaksa Penuntut Umum) sudah 2 (dua) kali menunda dengan agenda Pembacaan Tuntutan.

Perkara George Gunawan telah selesai diperiksa di Pengadilan Tipikor Bandung. JPU meminta waktu selama 2 (dua) minggu setelah selesainya pemeriksaan terdakwa.  Namun sejak tanggal 21 Mei 2018 lalu ditunda dan akan dilakukan pada 23 Mei 2018. lagi-lagi JPU menunda dengan alasan Surat Tuntutannya belum turun dari Pimpinan.  

Sebelumnya, JPU Dra. Cut Lely, SH, Dkk menyatakan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Tak kurang dari Rp38.116.414.259,- (tiga puluh delapan milyar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus Lima puluh sembilan rupiah) dalam bentuk barang milik negara.  Perbuatan Terdakwa adalah menguasai peralatan Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko  dan Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Tahun 2012 Dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang.

Berawal pada tahun 2012, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melaksanakan Bantuan Program Kegiatan Revitalisasi Tambak Usaha Budidaya (Denfarm) Udang berupa plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan dengan dana yang bersumber dari APBN-P untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan seluas 245 Ha. 

Sesuai juklak, Petambak yang ikut Program tersebut bekerjasama dengan Mitra dalam membangun Demfarm yang ditetapkan oleh KKP dan mengajukan proposal Bantuan yang diketahui Kepala Desa dan ditujukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. 

Mengetahui ada bantuan tersebut, George Gunawan yang telah berniat untuk mendapatkan fasilitas bantuan pemerintah, kemudian merekayasa dengan cara menyewa/mengontrak lahan milik beberapa kelompok tambak yang berlokasi di Desa Bungko Lor antara lain kepada H. Ono dan H. Kamsudi dengan memberikan uang Rp200 juta. Sesudah menguasai lahan tambak, George Gunawan membentuk 3 Kelompok Petambak Budidaya Udang yaitu Mina Tambak Mas, MinaTambak Makmur dan Mina Tambak Karya Mandiri Dharma yang senyatanya bukanlah Petambak Udang melainkan para karyawan perusahaan milik George Gunawan dengan mitra Petambak yaitu PT. Tambak Mas Makmur. Ketiga Kelompok bersama 3 Kelompok lainnya mengajukan Proposal Bantuan. Setelah disetujui Ditjen Budidaya Perikanan, disalurkanlah bantuan. 

Setelah berakhirnya masa kemitraan, George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara yaitu Plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. Barang-barang tersebut dibawanya ke Jakarta yang kemudian sebanyak 100 unit mesin pompa diamankan oleh Penyidik dan ditempatkan di Desa Bungko Lor Kabupaten Cirebon. 

Sidang perkara pidana korupsi dengan No.13/Pid.Sus -TPK/2018/PN. Bdg tanggal 25/1/2018 dipimpin oleh Sudira, SH dengan Hakim Anggota, Tardi, SH, Judianto, SH, Lindawati, SH dan H. Marsidin Nawawi, SH akan dilanjutkan pekan depan.

George Gunawan dikenakan pasal dengan :

Dakwaan  PRIMAIR:

Pasal 2 ayat (1)jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

SUBSIDAIR:

Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Klasifikasi Perkara Tipikor, Nomor Perkara 30/Pid.Sus-TPK/2017/PN Bdg, Tanggal Surat Pelimpahan Jumat, 19 Mei 2017, Nomor Surat Pelimpahan B-1107/0.2. 31/Ft.1/05/2017. JPU. Dra CUT LELI NILAMSARI, SH. Terdakwa : GEORGE GUNAWAN, B.Sc., S.H.

(transaktual).