Senin, 25 Maret 2019 | 18:38 WIB

Kasus Suap Meikarta di Vonis Hari Ini, Billy 3,5 thn, Henry 3 thn, Fitrajaya 1,5 thn, Taryudi 1,5 th

foto

 

Kasus Suap Meikarta di Vonis Hari Ini, Billy 3,5 thn, Henry 3 thn, Fitrajaya 1,5 thn, Taryudi 1,5 thn.

www.transaktual.com

KPK menyatakan pikir-pikir terkait vonis terdakwa kasus suap proyek Meikarta, Billy Sindoro dkk. Saat ini KPK akan menyusun analisis terkait putusan tersebut dan mencermati dugaan peran korporasi dalam kasus ini.

"Kami tentu akan menggunakan waktu pikir-pikir terlebih dahulu. JPU akan menyusun analisis terhadap pertimbangan putusan tersebut dan mengusulkan sikap yang dapat diambil pada Pimpinan KPK," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (5/3/2019).

"Terkait dengan peran korporasi juga menjadi perhatian KPK. Kami akan cermati lebih lanjut fakta-fakta yang muncul di sidang dan pertimbangan hakim," sambungnya.

Febri mengatakan vonis yang dijatuhi hakim pada para terdakwa tergolong rendah, terutama untuk Billy yang pernah dihukum karena kasus korupsi sebelumnya. Namun, KPK menyatakan tetap menghargai putusan hakim.

"KPK menghargai putusan pengadilan tipikor di PN Bandung terhadap para terdakwa Meikarta. Memang ada putusan yang terbilang rendah kalau dibanding tuntutan KPK, apalagi terdakwa Billy Sindoro juga sudah pernah terlibat korupsi sebelumnya," ujarnya.

Billy Sindoro dinyatakan majelis hakim terbukti bersalah melakukan suap berkaitan dengan perizinan proyek Meikarta. Dia divonis penjara selama 3,5 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan penjara.

Hakim menyatakan Billy terbukti memberi suap ke Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin dan jajarannya di Pemkab Bekasi. Hakim menyebut uang yang mengalir sebesar Rp 16.182.020.000 dan SGD 270.000 dengan tujuan memuluskan perizinan proyek Meikarta. Vonis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain Billy, 3 terdakwa lain juga sudah divonis bersalah oleh hakim. Mereka mendapat hukuman yang berbeda, yakni:

- Henry Jasmen P Sitohang yang divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan;

- Fitradjaja Purnama yang divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan; dan

- Taryudi yang divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Dalam fakta persidangan memang disebut duit suap itu berasal dari PT Lippo Cikarang. Hal itu juga disebut jaksa dalam tuntutan yang disebut berdasarkan keterangan Ju Kian Salim yang merupakan Town Management PT Lippo Cikarang sejak 2016 dan direktur di PT MSU (Mahkota Sentosa Utama).

Lebih Rendah dari Tuntutan, JPU Kaji Vonis Billy Sindoro.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan melakukan kajian terhadap vonis hakim atas Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro.

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung memvonis Billy pidana 3,5 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan terkait kasus suap proyek Meikarta. JPU I Wayan Riana menyatakan putusan hakim sudah memenuhi rasa keadilan.

"Setelah kami hitung itu dua per tiga dari tuntutan. Nanti kami laporkan ke pimpinan kami, didiskusikan di internal dulu, nanti kami sampaikan ke pengadilan," kata I Wayan seusai sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (5/3).

Vonis ini diketahui lebih rendah dari tuntutan JPU KPK yang meminta kurungan 5 tahun penjara serta denda Rp200 juta kepada Billy Sindoro. Disinggung hal tersebut, I Wayan mengatakan pihaknya akan mempelajari vonis dari majelis hakim tersebut.

Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin Judijanto Hadi Laksana menyatakan bahwa Billy bersama tiga terdakwa lain dalam kasus suap Meikarta terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Hakim menyatakan terdakwa Billy terbukti memberikan suap ke Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan jajarannya di Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memuluskan perizinan proyek Meikarta. Hakim menyebut uang yang mengalir sebesar Rp16.182.020.000 dan SGD 270 ribu.

Sementara itu, kuasa hukum Billy Sindoro, Ervin Lubis mengatakan akan mendiskusikan secara internal terkait putusan majelis hakim terhadap Billy Sindoro. Ervin menyatakan pihaknya tetap bersikukuh terhadap fakta-fakta yang muncul di persidangan yang membuktikan kliennya tidak terlibat dalam proses suap menyuap.

Menurut dia, saksi yang dihadirkan saat membicarakan uang tidak menyebut nama Billy, juga tidak ada pembicaraan terkait uang suap dengan para terdakwa lainnya.

"Tentunya kami tetap berpegangan pada pasal 185 KUHAP bagaimana fakta-fakta yang terungkap di persidangan merupakan alat bukti yang sah," ujarnya.

 (hyg/ain/transakt)