Senin, 25 Maret 2019 | 19:31 WIB

Ampuh desak Kejati Sumut dan Kejagung RI, Copot Timbul Pasaribu, Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga

foto

 

Ampuh desak Kejati Sumut dan Kejagung RI, Copot Timbul Pasaribu, Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga.

KBRN, Sibolga : www.transaktual.com

Aliansi Mahasiswa, wartawan, dan LSM peduli penegakan hukum (Ampuh) mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung untuk mencopot Timbul Pasaribu dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga.

Karena sejak tahun 2016 hingga 2018, sekitar 10 kasus dugaan korupsi aduan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah ke Kejaksaan Negeri Sibolga sampai kini belum diproses, sehingga para pelaku korupsi bebas berkeliaran.

Desakan itu disampaikan Irwansyah Daulay, saat memimpin aksi unjukrasa Ampuh di depan kantor Kejaksaan Negeri, di Jalan Sutomo Kota Sibolga, Selasa (18/12/2018).

Disebutkan Irwansyah, dugaan korupsi yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sibolga namun belum diproses sampai saat ini diantaranya, dugaan korupsi dana desa tahun 2016 di 11 Desa, serta dugaan korupsi penggunaan APBD 2014 dan 2015 di Dinas Kelautan Tapanuli Tengah.

“Kami meminta Kejati dan Kejagung RI agar mencopot saudara Timbul Pasaribu sebagai Kajari Sibolga, karena tidak becus mengusut sejumlah dugaan korupsi di Tapteng. Sebenarnya banyak kasus dugaan korupsi yang sampai kini belum diproses kejaksaan padahal sudah diadukan tahun 2016 lalu, tapi yang kami catat hanya 10 kasus,” sebut Irwansyah.

Selain itu, Irwansyah juga meminta KPK agar melakukan supervisi dan mengambil alih proses penyelidikan dan penyidikan berbagai kasus dugaan korupsi di Tapanuli Tengah.

“Kami juga meminta PPATK untuk menyelidiki rekening pribadi Timbul Pasaribu dan keluarganya, untuk laporannya disampaikan ke KPK dan juga ke publik,” kata Irwansyah.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga, Timbul Pasaribu mengaku dengan jumlah personil 9 orang, pihaknya akan tetap komitmen untuk menindak para pelaku korupsi.

“Personil kami hanya 9 orang, yang biasa memeriksa kasus hanya 3 orang. Meski personil terbatas, kami tetap komitmen menindak para pelaku dugaan korupsi dan kasus lainnya. Kami bukan pemberi harapan palsu, semua butuh proses,” ungkap Timbul.

Dikesempatan itu, Irwansyah juga membeberkan sekitar 9 kasus dugaan korupsi di Kabupaten Tapanuli Tengah yang belum diproses oleh Kejaksaan Negeri Sibolga sejak 2016 hingga 2018 meliputi :

1. Dugaan korupsi penggunaan Dana Desa TA.2016 melibatkan 11 Desa dilaporkan LSM dan masyarakat

2. Dugaan Korupsi Penggunaan APBD 2014 dan 2015 Dinas Kelautan Tapanuli Tengah dilaporkan pimpinan DPRD Tapanuli Tengah

3. Dugaan korupsi penggunaan dana rutin APBD kecamatan 2015 dan 2016 dilaporkan koaliasi LSM Mutilasi

4. Dugaan korupsi penggunaan APBD 2015 dan 2016 BKKBN Tapanuli Tengah dilaporkan Mahasiswa

5. Dugaan korupsi dana pemulangan pegawai TA.2012 dan 2013 Dinas PPKAD Tapanuli Tengah dilaporkan LSM Patriot Indonesia

6. Dugaan korupsi dana pembangunan kantor Dinas Pertanian Tapanuli Tengah dilaporkan sejumlah LSM

7. Dugaan korupsi kelebihan pembayaran proyek yang tidak dikembalikan ke kas daerah oleh Dinas Pekerjaan Umum Tapanuli Tengah dilaporkan LSM Patriot Indonesia

8. Dugaan korupsi dana proyek pemasangan Caiso Tegak tahun 2012 Dinas Pekerjaan Umum Tapanuli Tengah dilaporkan LSM Patriot Indonesia

9. Dugaan korupsi bedah rumah D…

Makinulah Sbg: