Rabu, 23 Januari 2019 | 04:11 WIB

Kejati Jabar Incar Saksi Lain di Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Cisinga Tasikmalaya

foto

 

Kejati Jabar Incar Saksi Lain di Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Cisinga Tasikmalaya.

BANDUNG, - www.transaktual.com

Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah memeriksa sebanyak 15 orang saksi, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya. Pasca penggeledahan di sejumlah tempat Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, pemeriksaan akan kembali dilanjutkan terhadap saksi lainnya.

“Itu yang 15 orang saksi diperiksa sebelum penggeledahan. Tentu saja pasca penggeledahan akan diperiksa saksi lainnya diluar yang lima belas tadi,” ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Jabar, beberapa waktu lalu, di Kantor Kejati Jabar.

Menurutnya pihak Kejati akan terus menyelidiki terkait dugaan korupsi tersebut, agar bisa segera terang benderang siapa yang bertanggungjawab atas adanya kerugian negara.

“Pasca penggeledahan tentu saja harus terus ditindaklanjuti, dan kalau sudah cukup bukti tentu saja akan ditingkatkan menjadi penyidikan. Hanya saja kapan dan kepastiannya itu tergantung dari penyidik,” katanya.

Kasipenkum Kejati Jabar juga menegaskan, tujuan penggeledahan yang dilakukan itu, tiada lain untuk mengumpulkan alat bukti, guna membuat terang tindak pidana dan menemukan tersangkanya. Namun ketika ditanya, kasus ini selangkah lagi untuk menentukan tersangkanya,.

Dia menyatakan bahwa hal itu kewenangan penyidik. “Tunggu saja penyidik bekerja,” ucapnya.

Kasus Cisinga ini, ditangani Kejati Jabar berdasarkan laporan dari masyarakat, kemudian ditindaklanjuti hingga akhirnya ditemukan adanya kerugian negara. Berdasarkan hasil penyelidikan tim Kejati Jabar, bahwa tahun 2017 dilakukan pembangunan jembatan dan jalan Cisinga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dengan nilai anggaran Rp 25 miliar lebih.

Pekerjaan tersebut diindikasikan tidak sesuai dengan spesifikasi dan diduga adanya mark up dalam pembangunan jembatan, serta pekerjaan disubkontrak kepada perusahaan lain.

“Hasil perhitungan sementara tim kami, kerugian negara diatas Rp 1 miliar,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menggelar serangkaian penggeledahan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Senin awal pekan ini. Penggeledahan dilakukan dibeberapa kantor dan rumah rekanan yang terlibat dalam pengerjaan proyek jalan tersebut. 

Rangkaian penggeledahan itu berakhir di Kantor Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Mangunreja-Sukaraja. Penggeledahan dipimpin langsung Kepala Seksi Penyidikan Kejati Jabar Yanwar Rheza, dibantu personel dari Kejaksaan Negeri Tasikmalaya dan pengamanan dari aparat kepolisian bersenjata lengkap. Pada penggeledahan di Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak terhadap 73 dokumen/surat dan empat unit hardisk/HDD disita.

Sementara pada penggeledahan di Rumah penyedia barang berinisial ER dan Kantor di PT GPA, petugas menyita sebanyak 20 dokumen/surat serta 1 cap dan satu unit laptop merk HP.

(transakt)