Sabtu, 15 Desember 2018 | 07:33 WIB

Bupati Pakpak Bharat, Kepala Daerah ke-37 yang Kena OTT KPK

foto

 

Bupati Pakpak Bharat, Kepala Daerah ke-37 yang Kena OTT KPK.

www.transaktual.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolando Berutu atas dugaan suap terkait proyek di Dinas PUPR Pemerintah Pakpak Bharat tahun anggaran 2018.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan kronologi tangkap tangan yang berlangsung sejak Sabtu (17/11) malam hingga Minggu (18/11) dini hari tersebut.

Setidaknya terdapat enam orang yang diamankan termasuk Remigo. Lokasi penangkapan juga dilakukan di tiga titik yakni Jakarta, Bekasi dan Medan. 

Awalnya, Agus mengatakan penangkapan dilakukan pada Sabtu (17/11) sekitar pukul 23.55 WIB. Saat itu, KPK mendapatkan informasi bahwa akan dilakukan transaksi di kediaman Remigo yang berada di kota Medan.

Remigo pun ditangkap bersama DAK yang merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat. Barang bukti yang diamankan pun berupa uang sebesar Rp150 juta. 

"Tim mendapatkan informasi akan ada penyerahan uang kepada Bupati, tim pun mengamankan DAK di kediaman RYB di Medan sesaat setelah penyerahan uang. Dari lokasi tim mengamankan uang sebesar Rp150 juta yang dimasukan ke dalam tas kertas," ujarnya, saat konferensi pers di KPK, Jakarta, Minggu (18/11).

Setelah menangkap Remigo, Agus mengatakan pihaknya mengamankan HSE yang merupakan pihak swasta, pada Minggu (18/11) pukul 01.25 WIB di Medan. 

Setelah itu, sekitar pukul 04.00 WIB, KPK menuju ke rumah S yang menjabat sebagai pegawai honorer di Dinas PU Kabupaten Pakpak Bharat. S ditangkap di rumahnya di Medan. 

Sementara itu, di Jakarta pada Minggu (18/11) pukul 02.50 WIB, Agus mengatakan KPK mengamankan JBS yang merupakan ajudan Remigo. Dia ditangkap di mes Pakpak Bharat di wilayah Jakarta Selatan, pada pukul 06.00 WIB, KPK mengamankan RP yang merupakan pihak swasta di rumahnya yang berada di Pondok Gede, Bekasi. 

"Terhadap empat orang yang diamankan di Kota Medan tim KPK melakukan pemeriksaan awal di Polrestabes Medan, setelah itu pada Minggu, keempatnya diterbangkan ke Jakarta dan tiba sekitar pukul 14.30 WIB di KPK dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tuturnya. 

KPK pun telah menetapkan Remigo, DAK dan HSE sebagai tersangka yang merupakan penerima suap. Agus mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. 

Ketiga orang tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. 

Bupati Pakpak Bharat Kepala Daerah ke-37 yang Kena OTT KPK.

KPK mengamankan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Dia jadi kepala daerah ke-37 yang diamankan dalam OTT.
"Ya memang ada kegiatan semalam sampai dini hari. Ada kepala daerah yang diamankan di Medan," kata Jubir KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (18/11/18).

KPK mengatakan OTT ini terkait dugaan suap proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat. Menurut KPK, dugaan transaksinya mencapai ratusan juta rupiah.

Selain Remigo, KPK juga mengamankan 5 orang di Medan dan Jakarta. Kini, 6 orang itu masih berstatus sebagai saksi. KPK memiliki waktu 1x 24 jam sebelum menentukan status para pihak yang diamankan tersebut.

Berikut 37 kepala daerah yang terkena OTT KPK:

  1. Amran Batalipu, Bupati Buol.
  2. Muh. Hidayat Batubara, Bupati Mandailing Natal.
  3. Hambit Bintih, Bupati Gunung Mas Kalimantan.
  4. Rachmat Yasin, Bupati Bogor.
  5. Yesaya Sombuk , Bupati Biak Numfor.
  6. Ade Swara, Bupati Karawang.
  7. Ojang Suhandi, Bupati Subang.
  8. Yan Anton Ferdian, Bupati Banyuasin.
  9. Atty Suharty Tochija, Wali Kota Cimahi.
  10. Sri Hartini, Bupati Klaten.
  11. Ridwan Mukti, Gubernur Bengkulu.
  12. Achmad Syafii, Bupati Pamekasan.
  13. Siti Mashita Soeparno, Wali Kota Tegal.
  14. OK Arya Zulkarnaen, Bupati Batu Bara.
  15. Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu.
  16. Tb Iman Ariyadi, Wali Kota Cilegon.
  17. Taufiqurrahman, Bupati Nganjuk.
  18. Abdul Latif, Bupati Hulu Sungai Tengah.
  19. Nyono Wiharli Suhandoko, Bupati Jombang.
  20. Marianus Sae, Bupati Ngada.
  21. Imas Ayuminingsih, Bupati Subang.
  22. Mustafa, Bupati Lampung Tengah.
  23. Adriatma Dwi Putra, Wali Kota Kendari.
  24. Abu Bakar, Bupati Bandung Barat.
  25. Dirwan Mahmud, Bupati Bengkulu Selatan.
  26. Agus Feisal Hidayat, Bupati Buton Selatan.
  27. Tasdi, Bupati Purbalingga.
  28. Syahri Mulyo, Bupati Tulungagung.
  29. M Samanhudi Anwar, Wali Kota Blitar.
  30. Ahmadi, Bupati Bener Meriah.
  31. Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh.
  32. Pangonal Harahap, Bupati Labuhanbatu.
  33. Zainudin Hasan, Bupati Lampung Selatan.
  34. Setiyono, Wali Kota Pasuruan.
  35. Neneng Hassanah Yasin, Bupati Bekasi.
  36. Sunjaya Purwadi Sastra, Bupati Cirebon.
  37. Remigo Yolando Berutu, Bupati Papak Bharat .
  38. …..

(haf/gbr/gst/arh/transakt)