Sabtu, 15 Desember 2018 | 06:24 WIB

Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, Mantan Bendahara Pengeluaran Dinkes Subang Diadili Lagi

foto

 

Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, Mantan Bendahara Pengeluaran Dinkes Subang Diadili Lagi.

www.transaktual.com

Merugikan keuangan Negara untuk diri sendiri sebesar Rp300.000.000,- dan memperkaya orang lain Rp2.519.878.154, Suhendi, SE (50) kembali diadili Pengadilan Tipikor Bandung. Penyebabnya, mantan Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan Kabupaten Subang itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Fuad Muhammadi, SH ,MH No. 87/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Bdg.

Pada sidang kedua (10/10/2018), Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum), A. Faizal Akbar, SH.,MH, Dkk menghadirkan 10 (orang) saksi yang kesemuanya terkait dalam penggunaan dana Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dan Jampersal (Jaminan Pelayanan Persalinan) Kabupaten Subang.

Tim JPU dalam Surat Dakwaan sebelum nya menyatakan bahwa terdakwa telah atau turut serta melakukan perbuatan yaitu secara melawan hukum telah mencairkan Dana Jamkesmas dan Jampersal yang dicairkan tidak sesuai dengan peruntukannya dengan jumlah Rp2.520.179.514,- (dua milyar lima ratus dua puluh juta seratus tujuh puluh sembilan lima ratus empat belas rupiah). 

Menurut JPU bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri Rp300.000.000,- dan memperkaya orang lain yaitu : 1. Membayar utang Rp600.000.000,- kepada Ilyas Yakim; 2. Tim Inspektur Provinsi Jabar Rp20.000.000,- ; 3. Tim Inspektur Kabupaten Subang Rp20.000.000,- ; 4. Bupati Subang/Ojang Sohandi, Rp.200.000.000,- ; 5. Ahmad Sobari Rp15.000.000,- ; 6. Tatang Saepulloh Rp45.000.000,- 7. Eka Meika Sartika Rp45.000.000,- ; 8. Hj. Eli Rp45.000.000,- ; 9. Rini Rp30.000.000,- : 10. Kodar Rp112.000.000,- ; 11. Bambang Surya Irawan Rp200.000.000,- ; 12. Febriansyah Rp50.000.000,-     13. Bobi Rp30.000.000,- ;14. Pegawai Dinas Kesehatan ( THR) Rp150.000.000,- 15. Gunawan Rp140.000.000,- 16. Mimit Suhermit Rp21.000.000,- 17. Lsm dan wartawan Rp10.000.000,- yang dapat merugikan keuangan negara sesuai dengan hasil audit BPKP No. SR-773/PW10/5/2017 tanggal 17 Nopember 2013. 

Adapun perkara tersebut berawal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mendapat anggaran dari Kementrian Kesehatan RI sebesar Rp5 milyar pada tahun 2013. Anggaran tersebut digunakan untuk Program Kegiatan Peningkatan Pelayanan Jamkesmas dan Jampersal. Terdakwa yang ditunjuk sebagai Bendahara Pengeluaran lalu menyuruh Mimit Suhermit untuk menandatangani/memalsukan tanda tangan atas nama dr. Budi Subiantoro selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang sebagai PA (Pengguna Anggaran) yang ada dalam dokumen pencairan anggaran.

Tanda tangan yang dipalsukan adalah untuk 8 SPM yang seluruhnya berjumlah Rp4.931.493.221,- namun yang disalurkan oleh Suhendi kepada 40 Puskesmas Rp2.459.388.225,- dan untuk biaya cetak Rp229.037.350 sedang Rp2.243.067.646,- tidak diserahkannya.

Dari jumlah yang disetorkan, 40 Puskesmas tersebut mengembalikan Rp277.111.868 yang disetorkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. 

Perbuatan Suhendi, SE yang sedang menjalani hukuman pidana dalam perkara lain itu diancam pidana dalam Pasal 2 atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Sebagaimana Telah Diubah dan Ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang  UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PPTK jo. Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHPidana.

(Y CHS/transakt).