Rabu, 24 Oktober 2018 | 06:17 WIB

Praperadilan Cut Tari dan Luna Maya Ditolak, Status Keduanya Masih Tersangka

foto

 

Praperadilan Cut Tari dan Luna Maya Ditolak, Status Tersangka.

www.transaktual.com

Sidang putusan praperadilan status tersangka Cut Tari dan Luna Maya dalam kasus video asusila digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Selasa (7/8/2018). Hakim Florenssani menolak permohonan praperadilan tersebut.

"Mengadili dalam eksepsi, menolak eksepsi pemohon satu dalam perkara menyatakan permohonan praperadilan dari pemohon tidak dapat diterima. Membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil, demikian diputuskan pada hari Selasa tanggal 7 Agustus 2018," ujar Florenssani.

Adapun alasan penolakan itu, hakim mengatakan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tak punya wewenang mengurus perkara yang diajukan karena belum adanya surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari penyidik.

"Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang secara hukum mengabulkan penghentian penyidikan terhadap Cut Tari Aminah Anasya binti Joeransyah M. dan Luna Maya Sugeng. Perkara ini bukan objek praperadilan, dan selanjutnya permohonan ini dinyatakan tidak dapat diterima," kata Florenssani.

Setelah adanya putusan hakim, kini Cut Tari dan Luna Maya masih menyandang status sebagai tersangka kasus video asusila.

Seperti diketahui, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bernama Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan atas status tersangka Cut Tari dan Luna Maya dalam kasus video asusila tahun 2010 lalu.

Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho menjelaskan, alasan pihaknya mengajukan praperadilan adalah demi penegakan hukum. Pasalnya, status tersangka Cut Tari dan Luna Maya masih menggantung hingga sekarang dan tak jelas penegakan hukumnya.

Kurniawan juga mengatakan, tindakan ini dilakukan secara sukarela. "LP3HI secara personal tidak mengenal dan tidak ada hubungan dengan Luna Maya dan Cut Tari," ungkap Kurniawan Adi Nugroho dalam siaran persnya, beberapa waktu lalu Jumat (3/8/2018).

"Namun demi kepastian hukum, maka dengan sukarela dan tanpa dibayar oleh siapapun mengajukan gugatan praperadilan ini demi penegakan hukum," tambahnya.

LP3HI menilai bahwa kasus yang menjadikan Cut Tari dan Luna Maya sebagai tersangka dinilai tidak cukup bukti.

"Luna Maya dan Cut Tari tidak cukup bukti dan penyidik Kepolisian tidak mampu memenuhi petunjuk jaksa penuntut umum, sehingga kasusnya berlarut-larut, yang mana sampai saat ini tidak disidangkan di Pengadilan Negeri," kata Kurniawan.

LP3HI pun meminta polisi untuk menghentikan penyidikan terkati kasus video asusila yang disebut memperlihatkan hubungan intim antara Ariel Noah dengan Luna Maya dan Cut Tari.

Sebelum sidang putusan dimulai, Wakil Ketua LP3HI Kurniawan Adi Nugroho sempat mengatakan bahwa ia optimistis memenangi praperadilan Cut Tari dan Luna Maya.

Menurut Kurniawan, sebelumnya sudah ada perkara hukum tidak berkembang selama lima tahun dan dianggap sebagai penghentian penyidikan.

"Kasus Luna Maya Cut Tari ini sudah 8 tahun, jadi kami optimistis," katanya. Terlebih pihak LP3HI sudah mengajukan sejumlah dokumen pendukung yang menyatakan bahwa berkas Cut Tari dan Luna Maya tak pernah dinyatakan rampung oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Itu bukti-bukti terakhir, artinya ketika saya tanya ada pengiriman berkas lagi atau tidak, mereka bilang tidak ada. Tidak ada P21 jaksa ke kepolisian," ujar Kurniawan.

Sayangnya, optimisme Kurniawan menuai hasil yang tidak diharapkan karena hakim menolak praperadilan Cut Tari dan Luna Maya.

Status Luna Maya dan Cut Tari tetap tersangka setelah gugatan praperadilan atas kasus video asusila ditolak.

Hal tersebut berdasarkan putusan yang dibacakan hakim tunggal, Florensani Susana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Permohonan praperadilan itu dibuat oleh Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI).

"Mengadili dalam eksepsi menolak eksepsi pemohon satu dalam perkara menyatakan permohonan praperadilan dari pemohon tidak dapat diterima," ujar hakim Florensani Susana Kendenan, dikutip dari Grid.ID. LP3HI sebagai pihak pemohon tidak dibebankan biaya perkara. "Membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil. Demikian diputuskan pada hari Selasa tanggal 7 Agustus 2018," katanya.

Melansir dari Kompas.com, hakim menyatakan bahwa Pengadilan negeri Jakarta Selatan tidak berwenang mengurus perkara tersebut karena belum ada surat perintah penghentian penyidikan yang dikeluarkan pihak penyidik. Kasus yang melibatkan Cut Tari, Luna Maya, dan Ariel Noah itu masih terus berlanjut.

Permohonan LP3HI.

Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan permohonan praperadilan atas status tersangka Luna Maya dan Cut Tari.

Permohonan tersebut didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selata, Selasa (5/6/2018).

Melansir dari Kompas.com, LP3HI menilai kasus yang melibatkan Luna Maya dan Cut Tari itu tidak cukup bukti.

Humas Pengadilan negeri jakarta Selatan Achmad Guntur mengatakan ada enam butir permohonan primer yang diajukan LP3HI.

"Intinya yang diminta supaya termohon I itu, Kapolri, menyatakan bahwa ini sudah dihentikan penyidikannya dan beritahulah ke Jaksa Agung dan kedua orang itu tadi (Luna Maya dan Cut Tari)," ujar Achmad Guntur, Jumat (3/8/2018).

LP3HI juga meminta Kapolri dan Jaksa Agung merehabilitasi nama baik Cut Tari dan Luna Maya. 
Dalam berkas permohonannya, LP3HI sebagai pihak ketiga mengaku berkepentingan terhadap penegakan hukum di Indonesia sehingga mengajukan permohonan praperadilan.

Ariel NOAH Buka Suara Soal Praperadilan Cut Tari dan Luna Maya.

Setelah delapan tahun berlalu, kasus video panas yang melibatkan Ariel NOAH Cut Tary dan Luna Maya kembali mencuat. Setelah sekian lama, ternyata status Cut Tary dan Luna masih menggantung di pengadilan. Mereka masih berstatus tersangka, namun kasusnya tidak dilanjutkan penyidikannya.

Ketika Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan atas status Luna dan Tary, kedua aktris ini sama-sama enggan buka suara. Publik pun penasaran dengan komentar dari Ariel NOAH, yang sudah menjalani hukuman atas kasus ini dan telah bebas dari penjara beberapa tahun lalu.

Cukup lama menutup diri, akhirnya vokalis band NOAH yang memiliki nama asli Nazriel Irham ini buka suara mengenai masalah ini. Ia memberikan komentar singkat di sela kunjungannya ke Rumah Tahanan Kebonwaru, Bandung yang dulu jadi tempat ia ditahan karena kasus video porno yang melibatkan Tari dan Luna.

"Ah enggak, itu mah sudah diproses aja. Semoga cepat beres aja," ujar Ariel, seperti dikutip dari Antara News, Senin, (6/8).

(ant/grid/kompas/transakt)