Rabu, 24 Oktober 2018 | 05:52 WIB

Gibas Akan Turunkan Ribuan Massa Tanggal 8 Agustus, Amankan Objek Sengketa Milik Kaum Lemah

foto

 

Gibas Akan Turunkan Ribuan Massa Tanggal 8 Agustus, Amankan Objek Sengketa Milik Kaum Lemah.

www.transaktual.com

Gibas akan mengerahkan massa secara besar-besaran jika pihak Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung bersikukuh kembali melakukan eksekusi terhadap objek objek sengketa berupa tanah dan bangunan di jalan Karawitan No.58 Bandung.

Pengerahan massa itu tertuang dalam surat Npmor : 04/S.PER/BPBH-GIBAS-BDG/VIII/2008 yang dilayangkan oleh Ormas Gibas dan Biro Bantuan Hukum (BPBH) Gibas Resort Kota Bandung ke Kapolda Jawa Barat, Polrestabes Bandung dan Kapolsek Lengkong.

Dalam surat yang ditandatangai oleh ketua Ormas Gibas Resort Kota Bandung Freddy B Sirait, SH,MH itu, disebutkan bahwa upaya eksekusi oleh pihak pengadilan itu banyak kejanggalan serta sangat jauh dari nilai keadilan.

Salah satu Kejanggalan itu, kata Freddy, terlihat pada Berita Acara Sita Eksekusi tertanggal 10 Januari 2010 Nomor: 014/Pdt/Eks/2009/PUT/PN.Bdg. Jo Penetapan ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung serta telah diuraikan dan didalilkan oleh kuasa hukum PT.Artos Indonesia bahwa buku sertifikat dinyatakan dalam penyitaan pihak kepolisian.

Namun nyatanya, kata Freddy, dapat dilelang dan dibeli oleh seseorang bernama Clive Daniel Mario Sutanto (pemohon eksekusi) tanpa ada suatu kejelasan akan penyidikan kepolisian atas penyitaan objek buku sertifikat tersebut.

“Ini jelas sangat jauh dari keadilan  dan merugikan klien kami yang mencari keadilan,” kata Freddy.

Adapun kejanggalan lainnya, sambung Freddy, Hendrawan Sukma Saputra yang telah menipu kliennya Ny.Hafifah masih bebas berkeliaran dan asetnya terbebas dari pelalangan, padahal kliennya menang dalam sidang gugatan perdata terhadap Hendrawan Sukma Saputra .

Hendrawan Sukma Saputra, jelas fredy, adalah orang yang menggadaikan aset milik kliennya ke PT.Artos Indonesia.  Padahal, kata Freddy,  jual beli antara kliennya dengan Hendrawan Sukma Saputra dinyatakan cacat hukum.

“ Inilah gambaran penistaan terhadap kaum yang tidak berdaya, diperlakukan secara tidak adil, meski didepan mata tetapi diabaikan,” ujar Freddy.

Karena itu, lanjut Freddy, untuk membela kepentingan mereka yang lemah, manakala tidak satupun aparatur penegak hukum yang peduli dan tidak satupun pejabat lembaga peradilan yang beritikad baik menolong ketidakberdayaan mendiang almarhumah Ny.Nurhafifah, pihaknya akan mengarahkan sedikitnya 2.000 anggota untuk melakukan pengamanan atas eksekusi secara paksa pada tanggal 8 Agustus mendatang.

”Kami bukan menantang aparat penegak huhum dan lembaga peradilan, tapi kami tidak sudi manakala rakyat jelata diperlakukan semena-mena,” katanya.

(sk/transakt)