Cara Bijaksana Konsumsi Fast Food, Dengan Benar

Transaktual.
Sejak dunia memasuki era milenium, masyarakat modern dituntut untuk bergerak serba cepat, mengejar waktu. Kebiasaan masyarakat yang sudah lama pun harus tergerus dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Fast food. Itulah dua kata yang dapat mewakili dunia kita yang sedang dilanda ketergantungan dengan ”sesuatu yang serba instan”.
Masyarakat awam cenderung menyamakan fast food dengan junk food.
Menurut dr. Sri Kurniati, Sp.GK., fast food itu berbeda dengan junk food. “Fast food adalah makanan yang nilai gizinya sangat rendah. Kebanyakan fast food mengandung tinggi kalori, lemak, gula, dan sodium (garam), tetapi mengandung protein. Jadi, mengandung nilai gizi, tetapi tidak sehat karena kandungan zat-zat gizi yang tinggi tersebut,” ujar dokter ahli gizi RSAB Harapan Kita.
Di lain pihak, junk food adalah makanan yang sama sekali tidak ada manfaatnya bagi tubuh. Walaupun demikian, tetap saja fast food maupun junk food yang membuat lidah bergoyang karena kelezatannya ini sudah telanjur digemari oleh berbagai jenjang usia, orang tua sampai anak-anak.
Bak jamur yang kian menggeliat di musim penghujan, berbagai merek dagang yang mengusung makanan cepat saji atau biasa disebut dengan istilah fast food biasa dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan modern atau mal.
Karena keunggulan “cepat, tanpa menunggu lama” ditambah lagi dengan tempat yang nyaman, bersih, serta ber-AC inilah, banyak orang yang memilih untuk mengonsumsi fast food. Hal tersebut seirama dengan pendapat Sri yang mengatakan bahwa fast food adalah makanan yang dapat disiapkan dan dihidangkan secara cepat dan mudah, terutama di restoran, tempat makan, biasanya berupa pizza, burger, french fries, fried chicken, soft drink, dan sebagainya.
Karena memiliki nilai gizi yang rendah, tetapi sangat digemari inilah, lalu apakah kita harus menghindari serta merta makan fast food? Kembali Sri menjelaskan bahwa fast food juga mengandung zat-zat gizi.
Hal yang terpenting adalah bagaimana kita menyiasati dan memilih agar dapat memakan fast food secara sehat sehingga mendapatkan gizi yang seimbang.
Dari berbagai jenjang usia sampai jenis kelamin telah menjadi penikmat fast food dan tak terelakkan pula dengan wanita yang sedang berbadan dua, hamil. ”Sesekali ibu hamil boleh memakan fast food. Akan tetapi, jika terlalu sering dikonsumsi, hal buruk yang terkandung dalam fast food dapat mempengaruhi kesehatan ibunya. Hal ini dapat menyebabkan berat badan cepat bertambah dan tingginya garam dapat meningkatkan tekanan darah pada sang ibu,” papar Sri.
Sri juga menjelaskan bahwa dengan mengonsumsi kalori yang tinggi, gula yang tinggi, janin bisa besar dan dapat mempersulit kelahiran, dan meningkatkan kadar gula darah pada ibu hamil yang mempunyai penyakit diabetes (diabetes gestasional). Walaupun begitu, fast food tidak mengandung zat berbahaya yang serta merta membahayakan atau menyebabkan kecacatan janin, seperti logam berat.
”Untuk masyarakat, makan fast food diperbolehkan, tetapi harus memilih, misalnya dengan makan ukuran small dan pada waktu makan saja. Bila dimakan di luar waktu makan akan mempertinggi kandungan kalori yang masuk. Selain itu, untuk anak, makan fast food sebaiknya dua minggu sekali,” tutur Sri. Jadi, mari kita konsumsi fast food dengan cara bijak di bawah ini.
Cara bijak dalam mengonsumsi fast food (Ho Fong, Fast Food : A Matter Of Balance dalam buku Masalah Gizi Ganda dan Tumbuh Kembang Anak, FKUI 1995)
Burger :Ambil yang reguler, jangan double burger, Pilih isi: ayam atau ikan,Tambah selada
Deep fried chicken: Pilih yang reguler, jangan crispy, Mengupas kulit, Hindari chicken nugget
Kentang: Ambil panggang, Jangan pesan kentang goreng dalam kulit (deep fried potato skin)
Sandwich: Pilih yang regular, Minta mengurangi olesan, Pilih roti gandum, Hindari tingginya lemak
Pizza: Hindari pepperoni, sosis, dan ekstra keju, Berhenti sesudah 2 iris, Tambahkan salad
Salad: Ambil selada, ketimun, tomat, kacang merah, jagung, kacang polong, Dressing sedikit saja, Ambil buah segar, jangan yang diawetkan karena mengandung gula
Minuman/pencuci mulut: Batasi/hindari shakes atau soft drink tinggià lemak dan gula, pilih air mineral, juice, Ambil es krim cone ukuran kecil dan low fat. Hindari taburan kacang, coklat, dan chipped cream, Hindari kue-kue manis karena tingginya lemak (Askes/Transaktual)



