Selasa, 20 Februari 2018 12:51:57



Ekonomi

Direktur Utama PT. Sariyunika Jaya (PT. SARITEX) Oey Han Bing Produsen Textile Tujuan Ekspor ke Seluruh Dunia

Dirilis oleh Transaktual pada Sabtu, 10 Feb 2018
Telah dibaca 3269 kali

Transaktual,

Indonesia memiliki banyak perusahaan tekstil dan produk tekstil yang berkembang. Tercatat oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia, setidaknya ada 3.000 perusahaan yang dinilai pemeritah sebagai industri strategis ini.

Hari ini, Forum Wartawan Industri termasuk berhasil berkunjung ke salah satu perusahaan tekstil di Cimahi. Menyusuri jalan Industri, Bandung, terlihat di kiri kanan berdiri banyak perusahaan-perusahaan tekstil dan garmen. Masyarakat Bandung dan sekitarnya menyebut kawasan ini memang dikenal sebagai daerah industri tekstil dan garmen.

Akhirnya, perjalanan kami berhenti di salah satu pabrik tekstil bernama PT Sariyunika Jaya. Sebuah perusahaan tekstil yang sudah berdiri sejak tahun 1967. Disambut oleh Director Sariyunika Jaya, Oey Han Bing , kami bersafari menyusuri beberapa gedung di pabrik ini.

Pemandangan menarik menuju pada salah satu divisi yaitu tahap tenun terakhir, yang disebut tahap ke-4 atau finishing dari seluruh rangkaian pembuatan benang menjadi kain. Ruangannya luas dan bising karena suara kencang yang ditimbulkan oleh mesin tenun imporan Jepang yang disebut water jet ini. Tak ada suara orang, hanya suara mesin yang terdengar.

Terlihat beberapa pegawai dengan earphone atau penutup telinga, mengoperasikan mesin tenun dengan teliti, karena jika tidak, produk yang cacat sedikit tidak akan laku terjual. Dalam ruangan finishing ini, terdapat 150 mesin tenun yang terus bekerja dari pagi hingga sore hari.

"Satu orang bisa meng-handle 30 mesin tenun di sini" ungkap Marketing Director, kepada kami saat menemani kunjungan, di Pabrik Sariyunika Jaya, Bandung, Jawa Barat.

Kompleks perusahaan ini berdiri di atas lahan seluas 25 hektar, termasuk yang terluas jika dibandingkan dengan perusahaan tekstil di kawasan Industri ini. Pabrik ini pun memiliki mesin pengolah limbah yang diciptakan sendiri.

"Air lumpur dan limbah ini bisa diolah menjadi campuran batubara" kata Managing Director Saritex, Oey Han Bing.

Urusan produk, jangan ditanya. Perusahaan dapat memproduksi hingga 50 juta meter per tahunnya, berupa polyester, katun dan jenis kain lainnya. Yang mana 70% diantaranya diekspor ke beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat, Latin Amerika, tak ketinggalan Asia.

"Ekspor kita nilainya tahun 2012 kemarin hingga US$ 60 juta, tahun ini kita targetkan naik hingga 10%". 

Banyak hal yang didapat dari kunjungan ini, namun sayangnya rombongan tak bisa berlama-lama dan harus kembali bertolak ke Jakarta karena ada tugas yang diemban.(FI)


ad_body_1 (960x90)
ad_body_2 (620x150)