Sebanyak Rp 38 Milyar Dana Peserta Askes Untuk Pasien Gagal Ginjal

Transaktual.
Sebanyak Rp 38 miliar biaya dari PT Askes di seluruh Indonesia selama sebulan. Angka ini merupakan biaya untuk 7.000 dari jumlah 16.600.000 jiwa peserta/pasien PT. Askes yang mengalami penyakit gagal ginjal. "Biaya ini begitu besar dan perlu adanya monitorring baik dari BPK-RI maupun pihak lain.
Sebab bagaimanapun anggaran itu merupakan bagian dari penghasilan negara. Apakah memang benar sebesar itu dikeluarkan atau bagaimana," kata Ketua Pemerhati Kesehatan Masyarakat Sumut, Senin (6/6) menyikapi adanya statemen dari Dirut PT Askes (Persero), dr. I Gede Subawa M.Kes tersebut.
Dikatakannya, bukan tidak percaya, tapi banyak persoalan askes di negara ini bermasalah. Banyak aduan masyarakat yang mendung PT Askes tidak transparan dalam laporannya. "Untuk itu pelru adanya monitorring yang ketat dari instansi terkait agar data tersebut memang benar dan bukan merupakan bagian dari hal miring yang selama ini dikhawatirkan," katanya.
Sebelumnya, Dirut PT Askes (Persero), dr. I Gede Subawa M.Kes mengatakan, penyakit gagal ginjal merupakan penyakit yang mendominasi di kalangan peserta Askes. Setiap penderita gagal ginjal harus cuci darah dua kali dalam seminggu dan sedikitnya Rp.5 juta-5,5 juta premi yang harus dikeluarkan setiap bulannya perpenderita.
Selain penyakit gagal ginjal katanya, penyakit degeneratif seperti kencing manis juga mendominasi. Sebanyak 48 persen dari jumlah peserta Askes yang berusia rata-rata 41 tahun keatas mengalami degeneratif. "Usia 41 tahun keatas sangat mudah mengalami penyakit, khususnya penyakit degeneratif seperti kencing manis yang butuh penanganan rutin setiap harinya. Selain itu, penyakit jantung juga mendominasi,"kata dr. I Gede Subawa M.Kes saat peresmian gedung kantor PT.Askes Regional I Sumatera Utara dan NAD.
Turut hadir dalam peresmian gedung kantor PT Askes regional Sumut dan NAD yang menelan biaya sekitar Rp 5,4 Miliar itu Kepala Dinas Kesehatan Pemprovsu, dr.Candra Syafei, jajaran PT Askes pusat diantaranya Dir SDM dan Umum, dr.Zulfarman M.Kes, Dir Operasional, dr.Umbu Marisi MPH dan jajaran PT.Askes regional Sumut dan NAD.
Untuk itu kata I Gede Subawa, dalam rangka memperluas akses dan peningkatan kualitas pelayanan pihaknya meningkatkan pembangunan gedung kantor Regional disetiap daerah. Saat ini sebutnya, sudah ada 12 kantor regional dan 91 kantor cabang yang menyebar di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga membangun loket Askes disetiap daerah melalui kerja sama dengan rumah sakit pemerintah atas izin dirutnya.
"Saat ini, kita ada 855 Askes centre yang tersebar di rumah sakit pemerintah, TNI Polri dan beberapa rumah sakit swasta," sebutnya. Dia berharap, dengan diperluas dan ditingkatkannya gedung kantor tersebut pelayanan kepada peserta Askes lebih baik.
Selain meresmikan gedung kantor PT Askes Regional Sumut dan NAD, Dirut PT Askes (Persero), dr. I Gede Subawa juga menyerahkan bantuan bina lingkungan kepada 20 rumah ibadah dan sarana umum sebanyak Rp 377 juta. Tahun 2011 sendiri, PT Askes akan menyerahkan bantuan bina lingkungan sebanyak Rp 35 Miliar dengan bantuan pendidikan untuk anak pegawai negeri golongan I dan berprestasi sebesar Rp10Miliar.
"Ini tahun ketiga kita serahkan bantuan itu, ada 2000 siswa yang kita bantu terdiri dari 1000 siswa dan 1000 mahasiswa anak peserta askes dari pegawai negeri golongan I di Indonesia. Kenapa pegawai golongan I, karena kita anggap mereka masih minim kesejahteraannya," pungkasnya. Kepala Dinas Kesehatan Pemprovsu, dr.Chandra Syafei dalam kesempatan itu berharap, dengan diperluas dan ditingkatkannya gedung kantor itu pelayanan kepada peserta Askes lebih dimaksimalkan. (P15/Transakt)



